HETANEWS

Honor Tidak Sesuai, Puluhan Saksi Geruduk Kantor dan Rumah Ketua DPC PDIP Siantar

Puluhak saksi tak dapat honor saat geruduk Kantor DPC PDIP, di Jalan Ricardo Siahaan, Kota Siantar, Kamis (18/4/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Pemungutan suara suara Capres-Cawapres, DPR-RI, DPRD Sumut maupun DPRD di Kota Siantar telah usai, Kamis (18/4/2019).

Hanya saja, saksi dalam dan saksi luar partai, protes dan merasa tidak puas terhadap honor yang mereka terima dari apa yang mereka kerjakan.

Saksi yang protes tersebut, menggeruduk masuk kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), di Jalan Ricardo Siahaan, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan. Di Kantor DPC PDI-P, para saksi yang berjumlah puluhan orang itu marah dan teriak, karena honor yang mereka terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh petugas PDIP.

"Tengok manusia ribut-ribut kek gini, gak ada dihargai. Dijanjikan Rp250 yang dikasih Rp150, dihargai lah orang, dari pagi ke pagi sampai anak ditinggalkan, enak kali dia kek gitu," ungkap Fitri, warga Tomuan ini, menyesalkan apa yang dilakukan oleh petugas PDIP.

Selain kesal, mereka juga mengancam tidak ingin memberikan catatan hasil penghitungan suara (C1) kepada pihak PDIP Siantar.

"Perjanjian diberikan Rp250 per kepala. Tiba-tiba kami sampai kemari dikasih Rp150. Siapa bang gak kesal, dari pagi ke pagi loh bang, anak awak tinggalkan. Setengah 5 pagi kami baru pulang. Kalau segitu dikasih, lebih baik orang itu yang kerja," terangnya.

Puluhan saksi tak dapat honor, mendatangi rumah Ketua DPC PDI-P Siantar yang juga Wakil Ketua DPRD Siantar, Timbul Lingga, di Jalan SM Raja, Kota Siantar, untuk meminta hak mereka, Kamis (18/4/2019). (foto/hza)

"Keenakan orang ini, tahun sebelumnya juga kek gitu juga. Diiming-imingi Rp300 ribu, sudah siap kerja dikasih Rp100 ribu. Ini saksi partai semua ini. Bukan saksi caleg kami. Padahal, caleg nya juga menang dapil 3 ini. Duduk ini tiga kursi PDIP. Setiap pemilihan kek ginilah semua terus. Gak ada yang tepat uang saksinya," ungkap seorang pria, di Kantor DPC PDIP Jalan Ricardo Siahaan.

Selain menggeruduk Kantor DPC PDIP, puluhan massa saksi juga mendatangi rumah dinas Wakil Ketua DPRD yang dijabat oleh Timbul Lingga, di Jalan SM Raja Siantar, untuk meminta hak mereka.

Sementara itu, Ketua DPC Partai PDIP, Timbul Lingga yang dikonfirmasi terkait adanya saksi yang menggeruduk kantor DPC PDIP, terkait masalah honor, menyampaikan, “tidak benar itu, kalau ada yang menyampaikan Rp 250, itu provokator,”ujarnya.

"Jadi yang benar 200 saksi pileg, 100 saksi pilpres. Namun ada kondisi diluar dugaan kita, bahwa hasil kesepatan tim kampanye pusat lebih tinggi yang merekrut untuk menambahkan saksi pilpres, maka kita tarik di hari H. Namun demikian, karena sempat masuk kita berikan konpensasi 100 ribu," ujar Timbul.

Sambung Timbul kembali, para saksi yang datang tidak terima kita jelaskan.

"Sudah dijelaskan, mereka tidak terima. Hanya saja kemampuan kita terbatas. Yang mana kita menyiapkan anggaran saksi pileg. Jadi ada yang menghendel saksi pilpres yang kita tugaskan kita tarik karena ada ditugaskan dari tim lebih tinggi," ucapnya.

Terkait adanya saksi yang akan mengancam tidak memberikan C1, Timbul mengaku, sudah memiliki 80 % C1.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Ants Kaka
    Udah pernah di tipu kok ya masih mau di tipu melulu?! PDI-P kalo gak CURANG gak bakal MENANG. yang dukung aja yg kebangetan begonya.