HETANEWS

Suruh Pangulu Terbitkan SKT, IRT Diganjar 8 Bulan Bui

Terdakwa Martha Magdalena Panggabean saat mendengarkan vonis di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Martha Magdalena Panggabean (54), warga beralamat ganda, di jalan Cadika Kelurahan Bah Kapul Siantar dan Pulo Gadung Jakarta Timur, divonis 8 bulan penjara, oleh majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution SH MH, di PN Simalungun, Kamis (18/4/2019).

Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, dinyatakan terbukti menggunakan surat palsu. "Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 263 (2) Jo pasal 55 (1) KUH Pidana,"kata Hadi didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH dan Hendrawan Nainggolan SH. Dalam perkara ini, terdakwa berstatus tidak ditahan.

Putusan hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Agus Vernando Sinaga SH yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 1 tahun penjara. Magdalena telah menyuruh Riston Ropendi Ronunud Hutabalian (diberkas terpisah), selaku pangulu Nagori simpang Pane dan untuk mengeluarkan SKT (surat keterangan tanah) atas nama terdakwa.

Padahal terdakwa dan pangulu itu, mengetahui, jika tanah yang dibuatkan SKT-nya sudah bersertifikat Surat Hak Milik (SHM) no.112/2002 atas nama saksi Sudung Silitonga, dengan luas 4.8776 M2. Tapi terdakwa merasa keberatan dengan SHM tersebut dan melayangkan peninjauan kembali ke BPN Simalungun untuk dilakukan pengukuran.

BPN bersama terdakwa dan pangulu melakukan pengukuran dan dibuat berita acara, pada 15 Oktober 2014, lalu. Tapi terdakwa tidak terima dan menyuruh pangulu mengeluarkan SKT atas nama terdakwa. Tanpa ada putusan pengadilan yang menyatakan tanah tersebut milik terdakwa. Akibatnya saksi korban mengalami kerugian 300 juta rupiah.

Atas putusan itu, terdakwa didampingi pengacara, Bundar Siagian SH, menyatakan banding. Persidangan dibantu Pani Amriyata SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.