HETANEWS

Caleg PDIP Asal Kabupaten Ngada Meninggal Dunia akibat Kecelakaan Tunggal

Suasana di TKP kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan Caleg PDIP, Sely Raga Tua di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 23.30 Wit. (foto/ist)

Bajawa, hetanews.com - Ketua DPC PDIP Kabupaten Ngada juga Wakil Ketua DPRD Ngada, Sely Raga Tua yang juga merupakan Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai PDIP mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Kota Bajawa, Rabu (17/4/2019) sekitar pukul 23.30 Wita.

Akibatnya korban dikabarkan dibawa ke RSUD Bajawa dan sudah meninggal dunia.

Kapolres Ngada, AKBP Andhika Bayu Adhittama, S.IK.,M.H, melalui Kasat Lantas Polres Ngada, AKP Sudirman, S.Sos, membenarkan terjadinya kecelakaan lalu lintas tunggal di Kota Bajawa yang melibatkan Caleg dari PDIP tersebut.

Menurut Kasat Sudirman, pengendara mobil nissan xrail warna Hitam yang dikendarai oleh saudara Sely Raga Tua yang merupakan wakil ketua DPRD Ngada datang dari arah Mataloko menuju Kota Bajawa.

Lanjut, Kasat Sudirman, setelah tiba di Kampung Boua pengendara bertemu dengan saudari Lidwina Tay (46) yang merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (saksi) yang juga merupakan teman pengendara yang hendak pulang ke rumahnya.

"Kemudian pengendara mengajak saudari Lidwina Tay untuk mengecek suara di TPS seputaran Kota Bajawa karena pengendara sendiri merupakan calon legislatif dari Partai PDIP. Dalam perjalanan pengendara sempat memberitahu bahwa dia ada stres (kepada saksi, Lidwina Tay) dengan hasil suara," papar Kasat Sudirman, Kamis (18/4/2019) pagi.

Ia menjelaskan, menurut keterangan saksi (Lefiana Tay) sebelum tiba di TKP pengendara memacu kendaraan dengan kecepatan sedang.

Ia mengatakan saat tiba di TKP yakni depan Rutan Kelas II Bajawa pengendara terdiam sejenak. Karena diam, saksipun memanggil korban karena saat itu korban terlihat ngorok dan badannya sudah gementar dan mobil sudah terpental ke arah kanan jalan.

"Korban dipanggil oleh saudari saksi, karena pengendara ngorok, badan, tangannya (korban) bergetar, kemudian mobil sempat membentur trotoar sebelah kiri lalu terpental ke arah kanan jalan yakni pagar pembatas jalan," ujarnya.

Ia menjelaskan, kemudian saksi berteriak minta tolong kepada anggota Kodim untuk mengevakuasi pengendara menuju RSUD Bajawa.

"Saat itu saudari saksi berteriak minta tolong kepada anggota Kodim dan saat itu di bantu menolong pengendara untuk dibawa ke RSUD Bajawa. Situasi terakhir pengendara meninggal dunia," pungkasnya.



sumber: tribunnews.com

Editor: sella.