HETANEWS

Ketua KPPS Diduga Menghilang, Ketua KPU Siantar Bilang Begini

Ketua KPU Kota Pematangsiantar, Daniel Dolok Saribu.

Siantar, hetanews.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar, Daniel Dolok Saribu, angkat bicara terkait dua Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tidak menjalankan tugasnya (menghilang) dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25 dan TPS 15, di Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Rabu (17/4/2019).

Kedua Ketua KPPS yang tidak menjalankan tugasnya itu, yakni, Putra Wibawa Siregar, Ketua KPPS di TPS 25 Kelurahan Melayu dan Ketua KPPS di TPS 15 Kelurahan Melayu, Ricky Sinambela.

Putra Wibawa Siregar menghilang dengan membawa dana honor dan uang makan anggota KPPS di TPS 25. Sedangkan Rizky Sinambela belum diketahui.

Ketua KPU, Daniel Dolok Sibarani yang dihubungi hetanews.com, menyampaikan, untuk anggota KPPS tidak usah khawatir dengan haknya. Sebab, kata Daniel, pihaknya sudah mengambil honor KPPS senilai jutaan rupiah yang ada pada Putra Wibawa.

"Jangan khawatir kehilangan haknya. Yang penting saat ini pemungutan suara berjalan lancar dan aman. Untuk tindak pidanya nanti akan kita bicarakan," ungkapnya.

Baca juga: Ketua KPPS Diduga Larikan Dana Honor Anggota KPPS, Ini Tanggapan Kapolres

Informasi yang dihimpun dari lokasi TPS 25, adapun rincian honor, yang diduga dibawa oleh Ketua KPPS, yakni uang makan senilai Rp 1.269.000. Sementara untuk honor ketua dan  untuk anggota mencapai Rp 4.550.000.

Sekadar diketahui, Kapolres Pemtangsiantar, AKBP Heribertus Ompusunggu yang langsung memantau pemungutan suara, di TPS 25, menyampaikan, pihaknya akan melakukan lidik sampai tuntas, karena Ketua KPPS TPS 25 tidak menjalankan fungsinya.

"Ini tindak pidananya suda jelas melarikan uang dan tidak melaksanakan fungsionalnya sebagai KPPS," terang AKBP Heribertus seraya menyampaikan, situasi di TPS 25 saat ini berjalan lancar dan aman, karena sudah diantisipasi oleh KPU dan Bawaslu.

Penulis: hza. Editor: gun.