HETANEWS

Caleg Gerindra Terjaring OTT Politik Uang, Edy Rahmayadi: Berani Berbuat Berani Bertanggungjawab

Amplop berisi uang dan kartu nama Caleg Masdoripa Siregar

Medan, hetanews.com-Kepolisian di Sumatera Utara mengungkap dugaan dugaan money politic atau politik uang di Sumatera Utara selama tiga hari terakhir. Dugaan politik uang antara lain menyeret nama-nama caleg dari Partai Gerindra.

Namun, sejumlah elite Partai Gerindra Sumatera Utara menolak memberikan komentar terkait tiga operasi tangkap tangan (OTT) yang cuma berselang satu hari tersebut.

Menyikapi caleg dari partai Gerindra yang diduga melakukan money politics, Edy Rahmayadi pun memberi keterangan usai dirinya bersama keluarga melaksanakan pencoblosan di TPS 46, Jalan Karya Bakti, Medan Johor, Rabu (17/4/2019).

Edy yang ditanya wartawan terkait dugaan caleg dari partai Gerindra yang tertangkap tangan dengan dugaan money politics. Gubernur Sumatera Utara ini mengatakan, kalau itu benar maka itu hukuman. "Kalau itu benar, ya itu hukuman.

Berani berbuat berani bertanggungjawab. Tidak akan ada yang lepas dari perbuatan-perbuatan dzolim," ungkapnya sembari meninggalkan lokasi tempat pemilihan.

Tiga kasus dugaan money politics atau politik uang di Sumatera Utara yang dibongkar kepolisian, menyeret nama-nama caleg dari Partai Gerindra.

Namun, sejumlah elite Partai Gerindra Sumatera Utara menolak memberikan komentar terkait tiga operasi tangkap tangan (OTT) yang cuma berselang satu hari tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra, Kamsir Aritonang, saat dihubungi Tribun/www.tribun-medan.com menolak berkomentar.

"Kami belum bisa berikan statement apa-apa, silakan hubungi sekretaris (DPD Partai Gerindra)," katanya, Selasa (16/4/2019).

Sayangnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut, Robert L Tobing juga menolak untuk memberikan keterangan. "Maaf bang kami belum bisa memberikan keterangan apapun, no comment ya, harap maklum," kata Robert.

Selama masa tenang Pemilu 2019 hingga Selasa (16/4/2019), polisi melakukan OTT dugaan money politics atau politik uang di Sumatera Utara terbongkar ke publik.

Kasus-kasus itu terjadi di kabupaten berbeda, yakni Padang Lawas Utara (Paluta), Karo, dan Nias.

Ada kesamaan dari ketiga kasus bagi-bagi uang kepada masyarakat tersebut. Yakni sama-sama ditujukan untuk pemenangan caleg dari Partai Gerindra.

Polisi mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah dari ketiga kasus tersebut. Terbesar dari Kabupaten Tanah Karo yang mencapai Rp 200 juta lebih.

OTT pertama money politics terjadi di Padang Lawas Utara (Paluta). Kasus ini cukup menghebohkan masyarakat Sumut. Pasalnya, satu di antara pelaku adalah Wakil Bupati Hariro Hararap.

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, money politics di Paluta terbongkar pada Senin (15/4/2019) sekitar pukul 02.00 WIB.

Petugas menghentikan sebuah mobil Kijang dan melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan 87 lembar amplop berisi uang Rp 43,4 juta. 

Polisi terus mengembangkan kasus ini, hingga mengarah kepada Wakil Bupati Hariro Hararap.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Wabup Paluta Hariro Harahap telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Wakil Bupati Paluta sudah ditetapkan menjadi tersangka dan diproses sidik oleh Polres Tapanuli Selatan," ujar Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Polisi menggerebek rumah di Jalan S.M Raja Lingkungan I Partimbakoan Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak.
Polisi menggerebek rumah di Jalan S.M Raja Lingkungan I Partimbakoan Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. (HO)

Tak lama berselang, Reserse Kriminal Polres Karo juga melakukan operasi tangkap tangan terhadap tiga orang yang diduga tim sukses calon legislatif dari Partai Gerindra, terkait dugaan money politics. Setelah dilakukan pengembangan, polisi mengamankan 2 orang caleg dari partai tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Ras Maju Tarigan mengatakan, mulanya OTT dilakukan terhadap JM (28) dan LS, warga Desa Suka Julu, Kecamatan Tiga Binanga.

Polres Tanah Karo berhasil mengamankan lima orang pelaku dugaan praktek money politic, Senin (15/4/2019) malam. Diketahui, dari kelimanya, dua di antaranya merupakan Caleg dari partai Gerindra.
Polres Tanah Karo berhasil mengamankan lima orang pelaku dugaan praktek money politic, Senin (15/4/2019) malam. Diketahui, dari kelimanya, dua di antaranya merupakan Caleg dari partai Gerindra. 

Pada saat diamankan, keduanya sedang membawa uang Rp 11.700.000 beserta tiga buah kartu nama dengan inisial TJG caleg DPRRI, IM caleg DPRD Provinsi, KS caleg DPRD Kabupaten Kota.

Tak hanya itu, Polres Nias melakukan OTT terhadap seorang calon legislatif DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Partai Gerinda yang juga merupakan Ketua Tim Pemenangan calon presiden nomor urut 02 di Pulau Nias, berinisial DRG, Selasa (16/4/2019).

Polres Nias mengamankan barang bukti dugaan money politics di Nias, Selasa (16/4/2019). Kepolisian mengamankan empat anggota pemenangan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Damili R Gea.
Polres Nias mengamankan barang bukti dugaan money politics di Nias, Selasa (16/4/2019). Kepolisian mengamankan empat anggota pemenangan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Damili R Gea. (Istimewa)

Selain DRG, polisi juga menangkap tiga orang lainnya yaitu MH (37), KT (18), dan FL.

DRG diamankan bersama tiga orang tim suksesnya di posko pemenangan relawannya di Jalan Sirao, Kelurahan Pasar, Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.