HETANEWS

Trump Usul Boeing Ganti Nama 737 MAX

Amerika Serikat, hetanews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta Boeing memperbaiki kerusakan pesawat jenis 737 MAX dan mengganti nama model tersebut demi menggenjot profit karena nilai saham perusahaan terus menurun.

"Apa yang saya pahami tentang merek, mungkin saya tidak paham (tapi saya bisa jadi presiden!). Namun, jika saya adalah Boeing, saya akan PERBAIKI Boeing 737 Max, menambah sejumlah fitur-fitur baru, dan MENGGANTI NAMA jenis pesawat dengan nama baru," kicau Trump di Twitter pada Senin (15/5).

Penurunan saham dan profit Boeing terjadi setelah dua kecelakaan maut melibatkan jenis pesawat generasi terbaru itu. 

Kecelakaan terbaru terjadi di pada Minggu (10/3), ketika pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang di dalamnya.

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Oktober 2018, pesawat jenis sama yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 jatuh di Laut Jawa dan menewaskan 189 penumpang dan awak yang dibawa

Kritikan itu bukan yang pertama kali dilontarkan Trump terhadap Boeing. Dua hari setelah kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines terjadi, Trump mengatakan pesawat tersebut "menjadi terlalu rumit untuk terbang."Sejak itu, Boeing 737 Max 8 dilarang beroperasi di seluruh dunia. Sebagian besar maskapai dunia, termasuk American Airlines, menghentikan penerbangan dengan pesawat jenis tersebut untuk sementara waktu.

American Airlines terpaksa membatalkan 115 penerbangan setiap hari karena maskapai tersebut memperpanjang larangan penggunaan Boeing 737 Max 8.

"Belum ada produk yang menderita seperti ini. Namun, sekali lagi, apa yang saya tahu?" lanjut Trump.

"Pilot tidak lagi diperlukan, melainkan ilmuwan komputer dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Saya melihat ini sepanjang waktu di mana selalu berusaha mengambil langkah lebih jauh yang tidak diperlukan ketika sering kali yang lama dan sederhana jauh lebih baik," tutur Trump dikutip AFP.

sumber: cnnindonesia.com

Editor: bt.