HETANEWS

Kasus Pembunuhan Ngatiem Terungkap, Motifnya Gara -Gara Tarif Bercinta Kurang

Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Panjaitan SIK, memaparkan pelaku pembunuhan saat berlangsungnya konfrensi pers, Selasa (16/4/2019). (foto/hza)

Simalungun, hetanews.com - Polres Simalungun merilis pelaku pembunuhan terhadap korban Ngatiem alias Iyem (40), di Asrama Polisi (Aspol) Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Selasa (16/4/2019).

Wanita parubaya yang menetap di Huta III, Nagori Silau Bayu, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun ini, tewas ditikam Samidi alias Senen alias Junaidi (45) alias Yudi, warga Nagori Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Dalam konfrensi persnya, Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Panjaitan SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ruzi Guzman, mengungkapkan, untuk motif pembunuhan dipicu karena permasalahan tarif bercinta dengan korban yang tidak sesuai kesepakatan.

"Tersangka (Samidi alias Senen alias Junaidi alias Yudi) datang ke Jalan Thamrin, Kota Pematangsiantar menjemput korban dengan mengendarai sepedamotor Honda Revo BK 3496 TBI," ujar AKBP M Liberty Panjaitan.

Tujuan tersangka menjemput korban, di Jalan Thamrin untuk  bercinta dengan tarif Rp. 150 ribu sekali kencan.

Setelah keduanya sepakat diharga Rp 150 ribu, pelaku membawa korban ke perkebunan Kelapa Sawit areal Afdeling III, PTPN IV Laras, Kabupaten Simalungun.

Usai berhubungan intim di lahan perkebunan, pelaku yang juga tinggal di Jalan Sentosa, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar ini, ingkar janji dan hanya membayar Rp 50 ribu.

"Korban menuntut dan meminta uang seperti yang dijanjikan oleh tersangka," ujarnya.

Terlibat cekcok, akhirnya pelaku mengambil sebilah pisau dari bawah jok sepeda motornya dan menusuk korban di bagian punggung hingga tersungkur ke tanah.

"Melihat korban sudah tak berdaya, pelaku ini meninggalkan korban. Untuk perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 dan pasal 340 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup," ungkapnya.

Kasat Reksim Polres Simalungun, AKP Ruzi Guzman menyampaikan, pasca membunuh korban dan dia ketakutan, pelaku pergi ke kediamannya, di Nagori Margomulyo, Kabupaten Simalungun.

"Dalam pengungkapan ini, kita sempat kesulitan karena minimnya saksi. Kita bekerja lebih keras dan akhirnya menemukan titik terang. Dan saat penangkapan pelaku ini, dia melakukan perlawanan di Jalan Vihara, tepatnya di Siantar Square, Minggu (14/4/2019) malam. Akhirnya, kita berikan tindakan tegas dan terkur dengan tembakan  kaki sebelah kanan pelaku," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.