HETANEWS

10 Terdakwa Disidangkan Terkait Sabu, Mulai Pemasok Hingga Pengguna

Saksi polisi diantara para terdakwa yang didampingi pengacara dan jaksa penuntut umum. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Herry Roy Naldo Sihombing alias Hery alias Naldo (36), warga Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, disidangkan terpisah bersama 9 terdakwa lainnya, di PN Simalungun, Kamis (11/4/2019).

Terdakwa Naldo memesan sabu sebanyak 3 ons atau 300 gram dan 750 butir pil extacy dari Hartono alias Cise (DPO), warga Medan. Cara pemesanan lewat ponsel dan dibayar setelah barang terjual.melalui transfer BCA ke rekening an Ahmat Kasim alias Membot.

Dalam menjalankan  bisnis narkotikanya, Naldo dibantu Dedi Afandi Lubis alias Dedi dan Doni Marantika Saragih alias Doni Capung (diberkas terpisah). Terungkapnya jaringan ini oleh Satnarkoba Polres Simalungun, pada Selasa, 30 Oktober 2018, lalu.

Berawal dari penangkapan Prima Silalahi alias Botak (diberkas terpisah), di jalan H Ulakma Sinaga, Desa Rambung Merah Simalungun, atas kepemilikan sabu. Lalu menangkap Nasrul Sirait als Kocik (diberkas terpisah) yang menjual sabu kepada Botak.

Kocik diamankan bersama Eka Wahyudi Lubis alias Afin dari jalan Cumi - cumi Kota Siantar. Dari pengakuan Afin ditangkaplah Doni Capung, anggota Naldo dari jalan Narumonda Siantar. Lalu Dedi juga diamankan dan disita sabu serta ekstasi dari rumahnya di Simpang Kerang.

Doni Capung dan Dedi juga mengungkap keberadaan terdakwa Naldo dari rumah Lumban Manalu alias Ceklum di jalan Jati Kelurahan Kahen. Turut diamankan Buha Periang Panggabean alias Feri, M Doni Syahputra alias Doni Buaya dan Dimas Anggriawan alias Doger (diberkas terpisah) sedang menghisap sabu.

Dalam persidangan siang itu, Syarif Noor Sholin, Efraim Purba dan A Manurung (polisi), memberikan keterangan terhadap para terdakwa.

Jaksa Juna Karo Karo SH, menjerat Naldo dengan pasal 114 dan pasal 112 (2) UU RI no 35/2009 tentang narkotika. 

Untuk memeriksa para terdakwa, majelis hakim menunda persidangan sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.