Mon 22 Apr 2019

Sudah 150 Nagori Minta Pendampingan TP4D Kejari Simalungun

Ketua TP4D Kejari Simalungun, Robinson Sihombing SH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dari 386 nagori di kabupaten Simalungun, sedikitnya  sudah 150 nagori mengajukan permohonan agar didampingi Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Simalungun dalam pelaksanaan penggunaan Dana Desa (Dandes) Tahun 2019.             

Hal itu diungkapkan Ketua TP4D Kejari Simalungun, Robinson Sihombing SH, didamping anggotanya, Christianto Situmorang SH, kepada wartawan, di kantornya Jumat (12/4/2019).             

Untuk pendampingan TP4D tersebut, sudah dibentuk lima tim yang diketuai langsung oleh Robinson Sihombing.

Tim pendampingan pelaksanaan kegiatan Dandes di Kecamatan Ujung Padang dan Bosar Maligas, ditangani oleh Ade Jaya Ismanto SH dan Amru SH.                 

Di Kecamatan Gunung Maligas dan Gunung Malela, ditangani oleh Christianto Situmorang SH dan Indri SH. Untuk Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Siantar dan Girsang Sipanganbolon ditangani oleh Saman Dohar Munthe SH dan Hiras Silaban SH.                 

Kemudian untuk Kecamatan Jorlang Hataran dan Dolok Panribuan ditangani oleh Augus Vernando Sinaga SH dan Davit Siregar SH. Untuk Kecamatan Sidamanik dan Pane Tongah ditangani Herman Ronald Mauritz Panjaitan SH dan Davit Siregar SH.                  

Sedangkan pendampingan TP4D di Kecamatan Silau Kahean, Dolok Silau dan Pematang Raya, dilibatkan seluruh anggota tim, jelas Sihombing.

Lebih lanjut, dikatakannya, TP4D bukan sebagai tameng, atau menjadi beking bagi terlaksananya kegiatan pekerjaan yang bersumber dari dana desa.Tapi sesuai tupoksinya adalah menyerap anggaran secara maksimal untuk mengawal pembangunan di setiap nagori (desa).                 

Robin juga menghimbau agar pangulu nagori secara kooperatif dan transparan mulai dari perencanaan pekerjaan dalam mengajukan permohonan pendampingan ke TP4D.

Hal itu untuk menghindari kecurangan dalam pekerjaan  yang dominan melaksanaan proyek Infrastuktur jalan desa dari semula tanah menjadi rabat beton. Juga menghindari terjadinya tindak pidana korupsi.

Penulis: ay. Editor: gun.