HETANEWS

Lewat GKN, Sat Narkoba Sergai Ringkus 4 Pengedar Sabu

Kapolres Sergai saat memberikan paparan, pada saat press release di Mapolres Sergai. (Foto/Sutrisno)

Sergai, hetanews.com -  Setiap tempat peredaran narkoba di wilkum Polres Sergai dilakukan upaya - upaya kepolisian, sehingga peredaran narkoba dapat ditekan dan daerah tersebut bebas dari peredaran narkoba.

Hal ini dikatakan  Kapolres Sergai, AKBP H.Juliarman Eka Putra Pasaribu, didampingi Kasat Narkoba, AKP Martualesi Sitepu, KBO IPTU Defta 

Sitepu, Kanit Idik I IPTU P Sinuhaji, Kanit Idik II, IPDA Maruli, saat memaparkan penangkapan pengedar sabu, di halaman Mapolres Sergai, Jumat (12 /4/2019) sore.

Kata Kapolres, Grebek Kampung Narkoba (GKN) dilakukan di 3 tempat, yaitu di Lingkungan Tempel Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Perbaungan, Dusun II Desa Pon Kecamatan Sei Bamban dan Dusun II Garap Pulo Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah.

Dari lingkungan Tempel, berhasil menangkap 2 tersangka,  yaitu Surya Efendi alia Coy (40 ) dan M Sani alias Doni (31), dengan barang bukti 15 plastik klip berisi kristal diduga sabu seberat 38,05 gram dan uang tunai Rp.250.000,-.

Tersangka Surya Efendi menerangkan, sudah sebulan mengedarkan sabu yang ditiipkan bandar berinisial I dan setelah sabu terjual, lalu disetorkan uangnya dan tersangka  mendapat keuntungan sebesar Rp.200 hingga 300 ribu rupiah.

Dari TKP ke 2, di Desa Pon, Junaidi alias Ijun (33), dengan barang bukti sebuah plastik klip berisi kristal diduga sabu berat bruto 0,25 gram dan 1 unit hp merk Samsung warna hitam.

Dan dari TKP ke 3 di Dusun II Gara Pulo, petugas berhasil menangkap target operasi, bernama Sahnan alias Anan (50), dengan barang bukti, 6 paket plastik klip berisi kristal diduga sabu berat bruto 10,3 gra, dan uang tunai Rp.200.000.

Tersangka  menerangkan, sudah setahun menjual sabu dengan keuntungan setiap gramnya Rp400 ribu hingga Rp600 ribu.

Sedangkan tersangka mendapatkan sabu dari seseorang, berinisial B dan saat ini masih dalam  penyelidikan, jelas Kapolres.

Sementara ke 4 tersangka, dijerat dengan pasal 114 Sub 112 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda sebanyak - banyaknya Rp.10 Milyar, tutup Kapolres.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.