HETANEWS

Akademisi dan Anggota DPRD Karo Apresiasi Kinerja Polres Karo Sikat Sabu 9 Kg

Anggota DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Akademisi dan anggota DPRD Karo, berharap Satuan Reserse Narkoba Polres Tanah Karo, kian mempersempit jalur peredaran narkoba, di seluruh kawasan daerah itu.

Masyarakat mendukung Polres Tanah Karo, di bawah pimpinan AKBP Benny Remus Hutajulu, menyikat pelaku dan pengedar narkoba.

Dengan gencarnya, Satuan Reserse Narkoba melakukan penangkapan pelaku, diyakini Polres Tanah Karo mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya dengan pola yang diterapkan akhir-akhir ini.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Karo, Firman Firdaus Sitepu,  didampingi akademisi Universitas Quality Berastagi, Roy Belanta Syahputra, dan Dasar Perobahen Ginting Suka, kepada sejumlah wartawan, Rabu (10/4/2019), lalu, di Kabanjahe.

Firman Firdaus Sitepu, menuturkan, Kapolres  AKBP Beny Remus Hutajulu, patut diapresiasi karena  tergolong cukup sukses menghimpun partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba.

Fakta teranyar adalah jajaran Sat Res Narkoba, Minggu (31/3/2019) siang, mengamankan Suparno (39), warga  Dusun Aek Popo Desa Pancur Batu Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, terkait kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu seberat 9, 410 kilogram.

Generasi muda daerah ini harus diselamatkan dari inceran pelaku dan pengedar narkoba. “Berapa puluh orang mati sia-sia setiap hari di Indonesia akibat narkoba. Untuk itu, ketegasan dan keberanian aparat hukum dilapangan sebagai bagian dari komitmen pemerintah menjaga dan menyelamatkan anak-anak bangsa ini terbebas dari jeratan narkoba,” ujar Firman.

"Upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Polres Tanah Karo dan jajarannya patut diacungi jempol. Bahkan ke depan harus lebih gencar lagi. Lebih tegas lagi. Karena harapan kami kepada Polres agar terus mengungkap kasus sabu di Kabupaten Karo,” ucapnya.

Menurut Firman, Kabupaten Karo sekarang ini menjadi kawasan sentra peredaran gelap barang haram tersebut. “Pintu masuk daerah ini seperti batas Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun, Dairi dan Aceh Tenggara dan juga pintu keluar dari daerah ini seperti di seputaran Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan harus dijaga ketat untuk mempersempit ruang masuk dan keluar narkoba. Untuk itu, semua pihak agar mendukung kinjerja Polres Tanah Karo dalam pemberantasan narkoba,” tegasnya diamini Roy Belanta Syahputra.

Ditambahkan Roy, peredaran gelap narkoba sudah sampai pada level mengkhwatirkan, bisa disebut darurat narkoba.

Pemberantasannya tidak bisa dengan hanya biasa-biasa saja, apalagi dengan slogan-slogan, sampai kapanpun tidak akan berhasil. Langkah tegas dan terukur sudah sangat dibutuhkan dari aparat Serse Narkoba Polres Tanah Karo, ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Dasar Perobahen Ginting. “Sabu seberat 9,410 kilogram itu bukan sedikit, itu sudah kategori pemain besar, kalau diuangkan di pasaran gelap narkoba itu mencapai sekitar Rp 9 milyar. Kalau seandainya itu lolos dari sergapan aparat, berapa puluh ribu orang yang akan menjadi korban sia-sia,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Remus Hutajulu, didampingi Kasat Res Narkoba, AKP Sopar Budiman, dan KBO Res Narkoba, Ipda Hendrik Tarigan, kepada wartawan, saat konfrensi Pers, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, menjelaskan, pihaknya mengamankan sabu seberat 9, 410 gram dengan perincian, empat buah dibungkus dengan plastik bertuliskan Diamnond.

Sambung AKBP Remus Hutajulu, pihaknya tetap memburu salah satu pelaku lainnya, bernama Hila Siregar dan kepada pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) Subs. Pasal 112 ayat (2) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan ancaman  pidana mati atau pun seumur hidup. "Paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Kasus ini terus kita kembangkan dan ini kita duga jaringan Internasional dari Aceh,” pungkasnya.

Penulis: charles. Editor: gun.