HETANEWS

Lihat Wajah Kakak Beradik asal Sidikalang Ini, Sekarang di Polres Dairi

Kedua tersangka di Mapolres Dairi. (foto/tribun-medan.com)

Dairi, hetanews.com - Sopian Banjarnahor (20) terpaksa ikut menemani kakaknya Zulfirman Liandes Banjarnahor (27) meringkuk di balik sel tahanan Mapolres Dairi.

Ia ditangkap usai kedapatan akan menjual laptop hasil curian abangnya di sebuah toko, oleh sang pemilik laptop, Lihar Simanjorang yang juga warga Sidikalang.

Mulanya Sopian bersikukuh membantah. Namun, setelah sampai di kantor polisi, Sopian akhirnya berterus terang.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Dairi, Iptu H Purba mengungkapkan, Sopian dan Zulfirman ditangkap, Rabu (10/4/2019) sore kemarin.

Penangkapan dua bersaudara warga Desa Belangmalum, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, ini bermula dari laporan pengaduan korban/pemilik laptop.

"Sebelumnya, korban melaporkan bahwa laptop kesayangannya telah hilang, diduga dicuri dari dalam rumahnya," ujar Purba, Kamis (11/4/2019).

Setelah membuat laporan, korban ternyata juga mendatangi setiap toko reparasi dan jual/beli laptop di seantero Kecamatan Sidikalang guna menerangkan ciri-ciri laptopnya.

Korban sekaligus berpesan kepada masing-masing pemilik toko untuk tidak membeli jika ada yang menjual laptop dengan ciri-ciri seperti laptopnya.

Pada hari Rabu (10/4/2019), Sopian membawa laptop korban ke salah satu toko di Sidikalang, bermaksud untuk menjualnya.

Pemilik toko kemudian mengamati dan ternyata sesuai dengan ciri-ciri laptop korban. Sejurus kemudian, pemilik toko memanggil korban via ponsel.

Tak lama korban pun datang. Sempat terjadi cekcok mulut. Singkat cerita, polisi datang dan kemudian menggiring korban dan Sopian beserta laptop hasil curian ke Mapolres Dairi.

Saat diinterogasi, barulah Sopian mengaku laptop tersebut hasil curian abangnya dan dirinya hanya membantu menjualkan.

"Berangkat dari pengakuan itu, tim opsnal reskrim selanjutnya berangkat mencari tersangka Zulfirman," lanjut Purba.

Saat didatangi petugas, abang Sopian, Zulfirman Banjarnahor, awalnya berdalih mendapatkan laptop itu dari seseorang baru dikenal.

Namun, setelah diinterogasi mendalam, Zulfirman pun mengaku. Tanpa buang waktu, petugas memboyong Zulfirman ke Mapolres Dairi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Awalnya tersangka Zulfirman enggak mau mengaku. Dia bilang, laptop itu dikasih seseorang yang baru dikenal, tetapi alur ceritanya berantakan. Setelah diinterogasi lebih jauh, barulah dia mengaku," terang Purba.

Purba menambahkan, pihak saat ini masih memeriksa kedua tersangka. Guna kepentingan penyidikan, keduanya kini ditahan di sel RTP Polres Dairi.

loading..

sumber: tribun-medan.com

Editor: bt.