HETANEWS

Revisi RTRW Butuh Proses Panjang

Pembangunan perumahan yang berdekatan dengan daerah aliran sungai (DAS) di Jalan Sisingamangaraja Kota Siantar, 14 Februari 2019

Siantar, hetanews.com - Revisi Peraturan Daerah (Perda) No 1 Tahun 2013 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Siantar sudah selesai dikerjakan oleh BAPPEDA.

Meski demikian, proses penyelesaiannya butuh waktu yang lama untuk ditetapkan sebagai Perda. Disamping itu, akibat ketidak jelasan RTRW ini, dalam kurun beberapa tahun belakangan ini bermunculan pengalih fungsian lahan.

Anggota Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Siantar, Heri Agus Siregar mengungkapkan, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Siantar telah menyelesaikan revisi RTRW tersebut.

Hal itu diketahui setelah Bapemperda DPRD Siantar melakukan rapat dengan BAPPEDA yang belum lama ini digelar. Hasil revisi tersebut, kata Heri, sedang direvisi kembali oleh Pemerintah Provinsi SUMUT. 

"Menurut Kepala BAPPEDA revisi RTRW sudah selesai dan sekarang sedang di revisi di pemerintah provinsi," ungkap Heri, Rabu (10/4/2019).

Menurut dia, tahapan penyelesaian RTRW ini cukup membutuhkan waktu yang lama. Karena banyak tahapan yang dilakukan untuk mengkaji hasil revisi tersebut.

"Tapi tidak sampai disitu saja (Pemprov SUMUT), masih banyak jenjangnya. Dari Guberbur ke Kementrian baru ke Pemko lagi, kemudian dibuat perda bersama dengan DPRD," ucapnya.

Ia mengatakan, rancangan peraturan daerah tentang RTRW memang sudah disepakati untuk dibahas antara DPRD dan Pemko Siantar.  Namun sampai saat ini masih menunggu hasil rekomendasi dari pemerintah provinsi sumut.

Masih kata Heri, selama proses revisis RTRW ini berlangsung, banyak ditemui zona yang bukan untuk pemukiman didirikan perumahan. Hal yang sama juga terjadi di lokasi daerah aliran sungai (DAS) di Kota Siantar.

"Sekarang kita lihat, dikawasan pertanian sudah ada dilaksanakan pembangunan perumahan, bahkan di DAS. Sementara aturan dari RTRW kan itu tidak memperbolehkan. Dan revisi RTRW masih dalam pembahasan," jelas Anggota DPRD dari Fraksi PPP ini.

Penulis: gee. Editor: edo.