HETANEWS

Fraksi Indonesia Raya: Walikota Lupa Siantar Kota Toleran

Rapat paripurna III DPRD Siantar saat penyampaian pandangan fraksi atas LKPJ Walikota TA 2018.

Siantar, hetanews.com - Dalam penyampaian pandangan fraksi DPRD Siantar terhadap LKPJ Walikota Siantar TA 2018, sejumlah fraksi mempertanyakan pemberhentian pembangunan tugu Sang Naualuh. 

Adapun fraksi yang mempertanyakan soal pembangunan tugu saat rapat paripurna III DPRD Siantar itu, ialah fraksi Nurani Keadilan, fraksi Indonesia Raya dan Fraksi Demokrat.

Ketua Fraksi Indonesia Raya, Oberlin Malau, membacakan pandangan umum fraksinya dihadapan pimpinan DPRD dan Walikota Siantar, Hefriansyah, di ruang Harungguon Bolon.

Ia mengatakan, alasan Walikota Hefriansyah melakukan penyetopan pembangunan tugu Sang Naulauh karena diprediksi akan terjadi bencana sosial. Alasan itupun dinilai tidak masuk akal

"Alasan penyetopan yang diprediksi akan bencana sosial itu tidak masuk akal. Karena alasan bencana sosial itu dibuat oleh Kesbangpol.

Sementara yang berhak yang menyatakan itu pihak Kepolisian. Jadi Walikota lupa Kalau Siantar Kota Toleran," ucapnya saat membacakan pandangan fraksi Indonesia Raya.

Ketua Fraksi Nurani Keadilan, Kennedy Parapat yang ditemui usai rapat Paripurna mengatakan, alasan penyetopan pembangunan Tugu Sang Naualuh oleh Walikota Siantar menjadi persoalan.

"Tempat (awal) pembangunannya kan sudah melalui kajian kajian, kenapa tiba tiba di stop(pembangunannya) kerugiannya siapa yang nanggung," ujar Kennedy.

Anggota Fraksi Demokrat, Effendi Siregar juga mengatakan hal senada. Melalui pandangan fraksi, pihaknya mempertanyakan alasan pemindahan tempat tugu yang semula di lapangan Merdeka dan kemudian dipindahkan ke Lapangan H. Adam Malik.

Baca juga: Pemanggilan 3 Kepala OPD Oleh Kepolisian Luput dari Pembahasan Fraksi

Penulis: gee. Editor: edo.