HETANEWS

KPPAD Minta Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP di Pontianak Tak Di-Bully

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Pontianak, hetanews.com - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar memberikan pendampingan kepada korban maupun pelaku pengeroyokan siswi SMP di Pontianak. KPPAD meminta pelaku tidak di-bully.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak, meminta agar kasus ini tidak diberitakan secara vulgar karena korban dan pelaku masih anak-anak. Ia mengingatkan, pemberitaan tentang anak tidak vulgar dan sudah diatur pada UU No.11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mewajibkan pemberitaan kasus anak di bawah umur, baik pelecehan mau pun kekerasan agar tidak membuka identitas mereka secara langsung dengan maksud melindungi hak-hak anak tersebut.

"Guna meluruskan permasalahan pemberitaan, apalagi kasus ini sudah viral di media sosial, kami sudah melakukan koordinasi terhadap pihak-pihak sekolah yang bersangkutan. Kami berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyudutkan atau membuli kepada pelaku itu," kata Eka seperti dilansir Antara, Selasa (9/4/2019). 

Eka mengatakan pihaknya pada Jumat (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB, menerima aduan dari korban AU (14) yang didampingi langsung oleh ibunya. Kini, KPPAD Kalbar akan memberikan pendampingan yang sama, baik kepada korban maupun pelaku sebagai pendampingan trauma healingnya.

Baca juga: KPPAD: Siswi SMP di Pontianak Ngaku Dipukul hingga Dibenturkan ke Aspal

Sementara itu, Divisi Hubungan Antar Lembaga KPPAD Provinsi Kalbar, Sulastri, mengatakan pihak sekolah tidak terlalu dilema dalam menyelesaikan kasus tersebut. Salah satu pelaku sudah duduk di tingkat akhir sementara dua di antaranya masih duduk di kelas 10 atau kelas 1 SMA. 

"Tetapi akibat kasus ini viral di medsos, dua pelaku mulai dibuli oleh teman-temannya sehingga mereka menangis, sementara pelaku satunya karena sudah kelas tiga sehingga tidak terlalu sensitif, seperti dua pelaku lainnya," kata Sulastri. 

Cerita tentang AY ini ramai dibahas di media sosial Twitter hingga muncul tagar #JusticeForAudrey. Pada Selasa (9/4/2019), tagar tersebut menduduki posisi nomor 1 di Indonesia. 

Korban telah melaporkan 3 orang ke polisi. Kasus ini sekarang ditangani oleh Polresta Pontianak.

"Kejadiannya benar, pastinya terjadi tanggal 29 Maret 2019 di wilayah Pontianak. Saat ini sudah ditangani oleh Polresta Pontianak, limpahan dari Polsek," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Dony.
 

sumber: detik.com

Editor: sella.