HETANEWS

AS Larang Masuk 16 Warga Saudi Diduga Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul.

AS, hetanews.com - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanski terhadap 16 warga Arab Saudi yang dianggap terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Mereka dilarang memasuki AS.

"Menteri Luar Negeri Michael Richard Pompeo secara terbuka menunjuk individu-individu berikut atas peran mereka dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, individu-individu dan anggota keluarga dekat mereka tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat," demikian isi siaran pers kementerian, seperti dilaporkan Sputnik dan AFP, Selasa (9/4/2019).

Jurnalis pengkritik kerajaan, Khashoggi, terbunuh dan dipenggal pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul oleh tim yang terdiri dari 15 agen yang dikirim dari Saudi. Khashoggi -yang tinggal di pengasingan di AS- mengunjungi konsulat untuk mengurus dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki.

Ke-16 warga Saudi yang dijatuhi sanksi AS adalah; Saud al-Qahtani; Maher Mutreb; Salah Tubaigy; Meshal Albostani; Naif Alarifi; Mohammed Alzahrani; Mansour Abahussain; Khalid Alotaibi; Abdulaziz Alhawsawi; Waleed Alsehri; Thaar Alharbi; Fahad Albalawi; Badr Alotaibi; Mustafa Almadani; Saif Alqahtani; dan Turki Alsehri.

Pembunuhan ini memicu penyelidikan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap catatan hak asasi manusia di kerajaan. Bahkan kasus ini juga memicu ketegangan antara AS dan Saudi.

Kendati putra mahkota Mohammed bin Salman disebut pihak yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu oleh Senat AS, Presiden Donald Trump menolak untuk secara terbuka menentang penguasa de facto Saudi tersebut.

Departemen Luar Negeri sudah mencabut visa hampir 20 pejabat Saudi dan membekukan aset lainnya.

Otoritas Saudi sejauh ini telah menangkap 11 tersangka dan telah diadili. Beberapa dari mereka telah dituntut hukuman mati.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Istanbul Turki mengatakan pembunuhan Khashoggi telah direncanakan sebelumnya. Sedangkan penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa pejabat pemerintah Saudi terlibat dalam pembunuhan tersebut.

sumber: inews.id

Editor: sella.