HETANEWS

Alat Peraga Kampanye Berdiri di Zona Larangan, Bawaslu Bilang Begini

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Siantar, Sepriandison Saragih, ketika diwawancarai. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Alat Peraga Kampanye (APK) milik calon legislatif masih berdiri, di zona larangan. Padahal, jelas ada zona larangan kampanye yang meliputi, inti kota, yakni, Jalan Merdeka, Jalan Sutomo serta  Jalan Sudirman Siantar.

APK calon legislatif, berupa spanduk yang berukuran besar masih membandel  pasca sebelumnya tim petugas dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan penertiban.

Berdirinya atau terpasanyanya spanduk caleg dipasang kembali oleh para tim dari caleg yang sebelumnya spanduk diturunkan.

Menanggapi hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Siantar, Sepriandison Saragih, mengaku, lewat panitia pengawas kecamatan (Panwascam) sedang mendata, berapa spanduk yang masih berdiri.

Lewat pesan via WhatsApp, Senin (8/4/2019), Sepriandison menyampaikan, segera melakukan penertiban, pada 15 April 2019 dengan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menindak seluruh APK yang merusak estetika kota.

"Himbauan surat sudah juga kita sampaikan ke peserta pemilu, agar sebelum tanggal 14, APK sudah bersih dari seluruh wilayah yang ada di Siantar,"ujar Sepriandison.

Ia menegaskan kepada para peserta atau para caleg untuk menurunkan APK-nya sendiri. Hal ini sebagai contoh kesadaran diri.

"Kita mintakan agar para peserta dapat memberi contoh bagi warga kota ini dengan kesadaran sendiri menurunkannnya,"pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada 13 Maret 2019 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar alat peraga kampanye (APK), di inti Kota Siantar.

Pasca pembongkar APK ini tidak membuat para caleg sadar atas peraturan zona larangan APK.

Penulis: hza. Editor: gun.