HETANEWS

Pak Melisa Divonis 4 Tahun Usai Aniaya Korban Hingga Tewas

Pak Melisa, berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa Sarma Sinaga alias Pak Melisa (45), warga Dusun I Desa Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, divonis konform (sama) dengan tuntutan jaksa, 4 tahun penjara,  di PN Simalungun, Senin (8/4/2019).        

"Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun dikurangi masa tahanan sementara ya ng telah dijalani,"ucap ketua majelis hakim, pimpinan Novarina Manurung SH, didampingi dua hakim anggota, Mince dan Justiar. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar  pasal 351 (3) KUH Pidana.

Hakim dan jaksa sependapat, Pak Melisa, terbukti memukul saksi  korban Ja'far Manik dan menyebabkan korban meninggal dunia,  pada Kamis, 18 Oktober 2018, sekitar pukul 22.30 WIB, lalu.

Korban meninggal setelah dipukul bagian hidung dan dada diinjak oleh terdakwa.  Penganiayaan itu, terjadi di warung saksi Risma Haloho, di Huta Tanjung Dolok, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.          

Sebelumnya, korban sudah berseteru dengan terdakwa, karena ucapan korban yang merendahkan marga Sinaga dengan mengatakan "Boru Sinaga yang menjemput aku jadi suami, istriku aja banyak".  Terdakwa sempat marah dan hendak memukul korban tapi dihalangi saksi James Sinaga.

Korban yang sudah mabuk ditidurkan di bangku depan warung. Lalu masuk ke kamar milik saksi Risma Haloho, dan saksi Risma, meminta agar terdakwa mengeluarkan korban dari kamarnya dengan celana setengah terbuka.           

Terdakwa menarik paksa korban agar keluar dari kamar sambil memukul bagian hidungnya. Lalu korban jatuh telentang, dan kesempatan itu digunakan terdakwa memijak bagian dada 1 kali.             

Saksi Rosinta br Sirait yang juga berada di warung keluar dan memeriksa korban, ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Saksi langsung melapor ke Polsek Parapat. Korban meninggal sesuai visum No:15035/IV/UPM/X/2018.            

Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba SH, menyatakan pikir-pikir. Demikian juga dengan jaksa. Persidangan dibantu, panitera Jonni Sidabutar SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.