HETANEWS

Pantur Banjarnahor Ajak Kaum Milennial Berevolusi Mental

Pantur Banjarnahor, memaparkan makna dari revolusi mental di hadapan ratusan delegasi kaum milennial se-kecamatan Pollung. (Foto/Rachmat Tinton)

Humbahas, hetanews.com - Pemilih pemula dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, jumlahnya lumayan cukup besar.

Mereka yang masuk dalam golongan kaum milennial ini diminta berpartisipasi aktif dalam Pemilu, dengan menolak politik uang serta menolak informasi hoax, seputar Pemilu yang akhir-akhir ini terpantau marak.

Dengan begitu, maka Pemilu di Tapanuli Raya khususnya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diharapkan benar-benar mengedepankan nilai-nilai demokratis yang ada.

Hal itu diungkapkan Caleg DPRD  Provinsi Sumatera Utara, Dapil IX dari Partai PDI Perjuangan nomor Urut 4, Pantur Banjarnahor , dalam acara diskusinya bersama muda-mudi Kecamatan Pollung,  di Dusun Lobu Tua, Desa Parsingguran II, Sabtu (6/4/2019), lalu. Kegiatan yang terbilang spontanitas itu, bertema 'Revolusi mental menuju mentalitas unggul'.

Dalam diskusi yang diikuti oleh ratusan kaum milennial asal Pollung tersebut, Pantur menekankan partisipasi pemilih pemula bukan sekadar memilih calon saja, tetapi mewujudkan pemilih milenial yang berdaulat.

"Pemilih milennial yang berdaulat itu ialah mereka yang menolak politik uang dan melawan hoax pada proses Pemilu kali ini. Jangan sampai terima uang dari caleg,"kata Pantur.

Ia mengatakan, pemilih milenial di Pollung haruslah kritis dan cerdas terhadap modus politik uang. Dan harus mempelajari lebih jauh  informasi tentang bentuk dan risikonya.

"Jadi sudah tak zaman  calon-calon yang bermain dengan amplop dan sembako ke pemilih milennial di Pemilu Pollung ini," katanya lagi.

Pantur pada kegiatan itu juga berhasil membuat 4 orang muda-mudi, mengaku telah menerima uang dari caleg tertentu. Ke empat orang tersebut pun mengaku telah menyadari kekhilafannya dan berjanji tidak akan mau lagi dikasih uang dari caleg. Ke depannya mereka juga berjanji akan menjadi bagian dari corong tolak politik uang bersama Pantur Banjarnahor.

"Karena kalian jujur, kita hargai. Dan saya pribadi akan kasih hadiah. Dan bila perlu, nanti setelah dari sini, uangnya silahkan kembalikan kepada caleg tersebut. Jangan takut, “ujarnya.

Begitu juga dengan hoax, Pantur melanjutkan, para milennial saat ini sudah sangat akrab dengan media sosial. Sehingga derasnya  penyebaran berita bohong, fitnah, hasut, dan ujaran kebencian sudah ikut menjadi tanggung jawab kaum milennial.

"Melalui revolusi mental yang terjadi pada kita nantinya, berita-berita  hoaks akan kita tepis. Apalagi di Humbahas ini, tak jarang, Bupati kita Dosmar Banjarnahor sering difitnah dan dihina  di media sosial. Kalau kita tanggapi ini satu per satu, kapanlah ada waktu buat dia (Bupati) untuk berbuat demi Humbahas, “ungkapnya.

Pantauan hetanews.com, meski kegiatan tersebut hanya bersifat spontanitas, ratusan kaum milennial tampak antusias mengikutinya. Mereka datang sebagai delegasi dari tiap-tiap desa yang tersebar di Kecamatan Pollung, dan bahkan ada yang berasal dari Kecamatan tetangga.

"Undangannya terbilang tiba-tiba. Saya baru tadi pagi dapat undangan, padahal acaranya kan jam 4 sore. Tapi kita sangat bangga ya, bang Pantur mau mengajak kita berdiskusi. Kita ingin kegiatan ini akan terus berlanjut. Jangan hanya dari bang Pantur, tokoh-tokoh yang lainnya boleh dong mengajak kami diskusi, “kata salah seorang kaum milennial yang hadir, Efan Lumban Gaol.

Penulis: rachmat. Editor: gun.