HETANEWS

Resmikan Destinasi Wisata di Kota Batu, Khofifah Potong Tempe Sebesar Dinosaurus

Tempesaurus. (foto/ist)

Kota Batu, hetanews.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memotong tempe sebesar dinosaurus. Sebuah replika dinosaurus berukuran 7 x 5 meter disembelih menandai peresmian sebuah destinasi wisata baru di Kota Batu.

Replika dinosaurus dari tempe tersebut diletakkan di bawah tenda di halaman Jatim Park 3 Kota Batu. Khofifah didampingi Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dengan menggunakan sebuah pedang panjang menggorok replika dinosaurus dari tempe tersebut.

Tidak hanya itu, keduanya juga memamerkan potongan tempe kepada pengunjung yang datang. Hal serupa juga diikuti oleh para rekanan dan pejabat yang menyertainya.

Replika dinosaurus tersebut Juga berhasil memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai replika dinosaurus terbesar dari tempe. Rekor tersebut dilakukan oleh mahasiswa praktikum event management Prospero Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Pemecahan rekor tersebut sekaligus menandai peresmian destinasi wisata baru di Kota Batu, Kampung Hijau Tempenosaurus. Perkampungan di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu itu dikenal sebagai produsen tempe, yang dikembangkan menjadi daerah wisata buatan.

Resmikan Destinasi Wisata di Kota Batu, Khofifah Potong Tempe Sebesar Dinosaurus

"Di launchingnya Kampung Hijau Tempenosaurus sesungguhnya menginisiasi bangunan peradaban kemanusiaan. Karena yang diharapkan dari pembangunan di manapun adalah people center development, pusat dari seluruh pembangunan adalah pembangunan manusia yang ada di dalamnya," kata Khofifah di Batu, Sabtu (6/4).

Khofifah mengatakan, membangun perkampungan adalah membangun peradaban. Membangun peradaban adalah membangun tatanan sosial, budaya serta estetikanya.

"Partnership ini terbangun dengan sangat baik, antara korporasi yakni perusahaan dan UMM sebagai perguruan tinggi," ungkapnya.

Proses pembuatan tempe dinosaurus dimulai Selasa (2/4) lalu. Karena memang proses pembuatan tempe membutuhkan waktu 3-4 hari. Agar tidak mubadzir, tempe tersebut dibagikan pada pengunjung dan masyarakat yang melintas di sekitar kawasan wisata Jawa Timur Park 3.

Proses mewujudkan pemecahan rekor MURI tersebut, melibatkan warga sekitar, PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) selaku perusahaan penyedia cat dan juga Jawa Timur Park Group.

"Dibutuhkan kurang lebih 12-15 orang dan menghabiskan biaya hampir Rp 20 juta untuk menyiapkan alat dan juga bahan yang diperlukan, kata Jamroji, selaku dosen pembimbing praktikum

"Banyak hal yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama. Karena proyek ini melibatkan berbagai pihak. Sehingga dalam membuat suatu keputusan harus dimusyawarahkan bersama," sambungnya.

Ketika pengajuan pemecahan rekor MURI ini ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi. Rencana awal replika tempe dinosaurus itu akan diberi formalin dan hendak dipamerkan di Jawa Timur Park 3. Namun begitu, untuk kategori makanan, tempe yang dibuat replika disyaratkan untuk dikonsumsi dan tidak boleh tersisa.

Sementara Wakil Ketua Umum dan Direktur MURI, Aylawati Sarwono mengatakan rekor replika dinosaurus terbesar dari tempe merupakan rekor kehormatan. Karena memang belum ada di mana-mana.

"Di Amerika tidak punya tempe, tidak ada di China, mereka boleh punya segala-galanya tapi tidak ada tempe. Karena itu rekor ini rekor dunia," kata Aylawati seraya menyerahkan penghargaan melalui Gubernur Khofifah.

Piagam penghargaan rekor dunia bernomor 8946 tersebut dianugerahkan kepada PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana).

MURI juga memberikan penghargaan kepada PT. Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) sebagai perusahaan pelopor pengecatan perkampungan. Kampung pertama adalah Kampung Jodipan dari kumuh menjadi daerah wisata dan pendampingan pemberdayaannya.

Penghargaan bernomor 8947 dianugerahkan sebagai satu-satunya di dunia pabrik cat yang memelopori pengecatan perkampungan.

Selain itu juga diberikan penghargaan Mahakarya Kebudayaan kepada CEO Jatim Park, Paul Sastro Senjoyo. Penghargaan bernomor 0010 diberikan atas kepeloporan pengembangan Pariwisata dan potensi lokal di Batu, Jawa Timur. Sastro baru orang ke-10 yang menerima penghargaan tersebut.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.