Mon 22 Apr 2019

Kedatangan Jokowi di Asahan Disambut Spanduk "Selamatkan Masyarakat Tanjungbalai".

Spanduk yang dikibarkan pemuda Tanjungbalai saat kehadiran Jokowi, di Asahan. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Kehadiran Jokowi ke Kabupaten Asahan, disambut dengan aksi damai oleh sejumlah pemuda dari Tanjungbalai, Sabtu (6/4/2019).

Dalam spanduk kain putih tersebut, tertera tulisan dengan warna tulisan berwarna merah "Pak Jokowi, selamatkan kami masyarakat Tanjungbalai".

Menurut Nazmi Hidayat Sinaga, salah seorang pemuda yang mengibarkan spanduk tersebut, meminta Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan masyarakat Tanjungbalai dari berbagai masalah dan hiruk pikuk yang ada di Kota Kerang ini, seperti  indikasi korupsi, Narkoba, prostitusi, gizi buruk dan kesenjangan sosial, selama beberapa tahun terakhir yang dirasakan  warga Tanjungbalai. 

Angka kemiskinan di kota Tanjungbalai menurut Badan Pusat Statistik 2018 sebesar 14,64 persen, naik 0,18 persen, bila dibandingkan ditahun 2017 yakni 14,46 persen.

Pada tahun 2017, jumlah penduduk miskin, yakni  penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan  di Tanjungbalai sebanyak 24,685 ribu orang (14,46 %), bertambah sebesar 616 orang (14, 64%), paparnya.

Menurutnya, permasalahan yang kompleks ini perlu didengar oleh Presiden RI, mengingat di Tanjungbalai juga pernah terjadi konflik sosial, pada  29 Juli 2016 silam, yakni pembakaran Vihara akibat adanya perkataan pelarangan azan yang diucapkan oleh penganut agama lain. 

"Intinya kami meminta dengan segala hormat kepada bapak Presiden untuk dapat melihat permaslahan ini, memantau dan memeperhatikan kinerja Wali Kota Tanjungbalai dalam menuntaskan segala persoalan yang semakin hari semakin menjadi jadi atau semakin kompleks dikota tanjungbalai,"katanya.

Kota Tanjungbalai sudah "darurat narkoba", baik itu jenis sabu - sabu maupun ekstasi. Akibat Narkoba ini, gejala sosial maluas, karena pengaruh narkoba ini telah merasuki segenap lapisan masyarakat tanpa terkecuali sehingga merusak generasi. 

Anak di bawah umur, bahkan sudah terjebak pesta narkoba, tidak menghormati orangtua,  bahkan akibat narkoba ini sudah beberapa orang yang tewas akibat over dosis di pusat hiburan yang tidak terkontrol, karena banyak oknum-oknum yang berkepentingan dalam membekingi  pusat hiburan tersebut, ungkapnya. 

Walaupun Satres Narkoba Polres Tanjungbalai,  Polda Sumut,  Bareskrim Polri dan BNN telah berhasil menggagalkan peredaran puluhan kilogram Narkoba,  namun sepertinya masih saja warga Tanjungbalai terjebak narkoba. Oleh sebab itulah, pemuda Tanjungbalai ini meminta kepada Jokowi, selaku Presiden RI untuk membuka mata dan telinga dalam menyembuhkan warga Tanjungbalai dari sakitnya, yakni sakit dari kesenjangan sosial,  Narkoba dan lain sebagainya, harap Hidayat Sinaga. 

Penulis: ferry. Editor: gun.