HETANEWS

"Jelas Do"

Ilustrasi Money Politik.(Foto/Int)

Oleh A'a Tommy

Perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal menghitung hari, berbagai spanduk, jargon dan kartu nama Calon Legislatif (Caleg) sudah menghiasi dibeberapa inti kota, hal ini menjadi keinginan hetanews untuk menanyakan seberapa besar antusias dari masyarakat untuk memilih calon wakilnya baik di DPR-RI, DPRD Sumut, DPRD Siantar dan DPD.

Hetanewspun mencoba berkeliling bak seperti lembaga Survei, dan hasilnya tingkat Antusias masyarakat masih dalam tataran Pemilihan Presiden (Pilpres), hal ini jawaban dari beberapa masyarakat yang ditanya hetanews soal Pilpres dan Pileg.

Ketika ditanya terkait Pilpres, masyarakat dengan gamblangnya menyebutkan pilihannya serta alasan dia memilih calon Presiden (Capres), beda ketika ditanya soal Caleg pertanyaan pernyataan yang terlontar dari masyarakat "Jelas Do (Jelasnya)".

Seperti salah seorang pemuda di Kecamatan Siantar Marihat, awal hetanews membawa salah satu katru nama dari caleg, kemudian hetanews menanyakan apakah pemuda itu mengenal caleg tersebut?, bukan jawaban mengenal atau tidak yang didapat hetanews melainkan pernyataan "Jelas Do".

Tak ubahnya di beberapa Kecamatan di Kota Siantar jawaban yang sama di dapat hetanews, ini menimbulkan pertanyaan Kenapa masyarakat ketika berbicara Caleg, langsung berfikir transaksional?, apakah sistem tatap muka dari para caleg mengandalkan metode transaksional?, apakah hal ini disebabkan ketidak percayaan masyarakat kepada Caleg ketika nantinya mereka terpilih sebagai wakil mereka?.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh caleg yang bertanding dalam Pemilu 17 April mendatang, apakah mereka mampu meruba paradigma "Jelas Do " tersebut dengan menambah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program yang mereka tawarkan dalam kampanye.

Editor: tom.