HETANEWS

Heboh Surat Perdamaian Diduga Palsu, Jaksa: Itu Berkas dari Polisi

Potongan surat perjanjian perdamaian. (foto/ist)

Siantar, hetanews.com – Jaksa yang menangani kasus laka lantas hingga mengakibatkan seorang ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia angkat bicara soal keberadaan surat perjanjian perdamaian yang tak diakui keluarga korban.

Jaksa Siti Martiti Manullang menyebut surat perjanjian antara keluarga korban dengan pihak bus yang terlibat kecelakaan diperolehnya dari Unit Laka Satlantas Polres Siantar.

“(Surat perjanjian) itu memang sudah di berkas, itu dari Polisi. Mana tau lah saya itu asli atau anggak. Yang pasti memang ada di berkas,” ujarnya Jaksa dari Kejari Siantar itu kepada hetanews, Jumat (5/4/2019).

Hendri Siadari, keluarga korban mengatakan kalau surat perjanjian bermaterai Rp6000 tak pernah ditandatanganinya. Hendri juga mengatakan kalau tandatangan yang ada di surat tak serupa dengan tandatangannya.

Siti menyampaikan setelah menerima berkas perkara termasuk surat perjanjian dimaksud dari Polisi, ia kemudian menggandakan berkas menjadi dua. Artinya 1 untuk JPU dan satunya lagi untuk Hakim.

“Masalah kebenarannya itu saya nggak tau lah, masalah dia (Hendri) nggak ada nandatangani itu silahkan aja komplain sama polisi,” katanya.

Terkuaknya dugaan surat perjanjian perdamaian palsu setelah Hendri melihat bentuk fisik surat pada Selasa, 2 April 2019. Dalam surat Hendri dinyatakan sebagai pihak pertama dan sedangkan Join Manalu dinyatakan sebagai pihak kedua. Join merupakan Mandor bus yang disopiri Ferianto.

Adapun kesepakatan dalam surat berisi kedua belah pihak saling memaafkan atas kasus dan menyadari kecelakaan merupakan musibah. Lalu, pihak kedua memberi uang senilai Rp 5,5 juta kepada Hendri. Atas kasus itu keduanya sepakat tak lagi saling menuntut dikemudian hari.

Baca selengkapnya: Dugaan Surat Perjanjian Damai Palsu Kasus Laka Lantas di Siantar

Penulis: bt. Editor: bt.