HETANEWS

Diancam Bunuh, Soritua Keluhkan Penanganan Hukum Aparat Polres Samosir

Korban diperiksa di Mapolres Samosir, beberapa waktu lalu. (foto/bt)

Samosir, hetanews.com -  Korban pengancaman oleh orang tak dikenal (OTK) mengeluhkan penanganan kasusnya terhitung hampir dua bulan sejak dilaporkan pada 14 Februari 2019, belum mengungkap siapa pelakunya.

“Menjadi pertanyaan besar bagi saya dimana dalam tempo 50 hari laporan ini belum juga clear, saya merasa miris. Hukum sebagai panglima tertinggi harusnya ditegakkan pihak Polres Samosir,” kata Soritua Manurung, korban pengancaman, Kamis (4/4/2019). 

Wartawan media elektronik dan daring itu didatangi dan diancam bunuh OTK saat berada di rumahnya di Desa Lumban Suhi-Suhi, Kec Pangururan, Kabupaten Samosir.

Baca juga: Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pengancaman Wartawan di Samosir

Dijelaskannya, meski kejadian pengancaman hampir dua bulan berlalu namun traumatik masih menyelimuti ia dan keluarga. Ia juga mengaku belum belum menerima SP2HP atau perkembangan kasus yang tengah ditangani polisi.

“Pihak Polres belum menjelaskan sedetail-detailnya dimana permasalahannya atau sangkutnya dimana kasus ini,” ujarnya.

Dikatakannya kalau dirinya telah mempertanyakan langsung perihal penanganan kasus ke Kasat Reskim AKP Jonser Banjarnahor, namun dijawab ‘besok akan kita tanya dulu jupernya’.

Begitu juga dengan juru periksa kasus ini bilang ke saya ‘ini lagi proses bang’, ujarnya.

Penulis: stm. Editor: bt.