HETANEWS

Dugaan Surat Perjanjian Damai Palsu Kasus Laka Lantas di Siantar

surat perjanjian damai diduga palsu. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Hendri Siadari terkejut melihat selebaran surat perjanjian perdamaian yang tak pernah ditanda-tanganinya. Surat ini berisi tentang perdamaian kasus laka lantas yang menewaskan istri pria berumur 44 tahun itu.

Kristina Hasibuan, istri Hendri mengalami laka di Jalan SM Raja, Kelurahan Bahkapul, Kec Siantar Sitalasari, Minggu, 16 Desember 2018. Bersama anaknya, Renova Siadari, Kristina alami kecelakaan kontra bus Sinar Sepadan disopiri Ferianto Marbun. Kristina meninggal dunia, sedangkan anaknya selamat.

Kasus ini pun kemudian bergulir ke PN Siantar. Sopir bus Ferianto Marbun dinyatakan bersalah oleh hakim dan dijatuhi hukuman 1 tahun penjara. Putusan ini tak serupa dengan tuntutan JPU, Siti Martiti Manullang menuntut terdakwa 1 tahun dan 3 bulan.

Terkuaknya dugaan surat perjanjian perdamaian palsu setelah Hendri melihat bentuk fisik surat pada Selasa, 2 April 2019. Dalam surat Hendri dinyatakan sebagai pihak pertama dan sedangkan Join Manalu dinyatakan sebagai pihak kedua. Join merupakan Mandor bus yang disopiri Ferianto.

Adapun kesepakatan dalam surat berisi kedua belah pihak saling memaafkan atas kasus dan menyadari kecelakaan merupakan musibah. Lalu, pihak kedua memberi uang senilai Rp 5,5 juta kepada Hendri. Atas kasus itu keduanya sepakat tak lagi saling menuntut dikemudian hari.

Hendri kepada hetanews membenarkan menerima uang Rp 5,5 juta dari Join Manalu untuk biaya pemakaman sang istri, namun ia membantah meneken surat perdamaian tertanggal 29 Desember 2018.

“Memang benar saya terima uang tersebut dan saya teken kwitansi yang isinya untuk biaya pemakaman istri. Tapi soal surat perdamaian ini saya tidak pernah teken sama sekali, baru ini suratnya saya lihat,” katanya.

Selain membantah pernah membubuhi tandatangan, Hendri juga mengakui adanya ketidaksamaan penarikai garis tandatangan yang biasa ia buat. “Tekenan saya juga bukan begini,” terangnya.

Penulis: bt. Editor: bt.