HETANEWS

Dari 8 Hotel dan Penginapan yang Dirazia, Petugas Amankan 8 Pasangan Bukan Suami Istri

Pasangan yang mengaku telah menikah, namun ketika dimintai untuk menunjukkan identitas tidak dapat membuktikannya. Mereka mengaku sudah satu bulan lebih tinggal bersama di sebuah kos-kosan yang berada di Jalan Panglima Polem (Kost/Penginapan Ivan). Dan setelah melalui perdebatan yang alot dengan petugas, keduanya pun tidak ikut digelandang bersama 8 pasangan lainnya, karena pihak keluarga menjamin, bahwa keduanya telah menikah. (Foto/Ren)

Asahan, hetanews.com - Razia gabungan yang melibatkan personil Sub Denpom I/1-4 Kisaran, Kodim 0208/As, Polres Asahan, Satpol PP serta Dinsos Kabupaten Asahan, berhasil mengamankan setidaknya 16 orang pria dan wanita tanpa ikatan dari beberapa hotel dan kost/penginapan, di seputaran Kota Kisaran, pada Selasa (2/4/2019) malam.

Razia yang digelar mulai pukul 22.00 WIB ini, bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat dan menekan angka perbuatan asusila, serta menjawab keresahan masyarakat akan banyaknya tempat prostitusi atau lokalisasi yang kian menjamur.

Adapun tempat yang menjadi sasaran petugas, diantaranya, Hotel Sejahtera, Hotel Fisrt Inn, Hotel Bintang, Hotel Cahaya Asahan, Hotel Wisata, Hotel Mega Sari, kemudian dilanjutkan dengan menyisir lokasi kost/penginapan Ivan dan  Teratai.

Dengan memakai penutup wajah, 8 pasangan bukan suami istri turun dari Mobil Patroli untuk selanjutnya diserahkan ke pihak Dinsos Asahan. (Foto/Ren).

Dalam razia kali ini, seluruh pasangan yang tidak bisa menunjukkan identitas, baik KTP maupun surat nikah, hanya bisa pasrah, ketika digelandang masuk ke Mobil Patroli milik Satpol PP Kabupaten Asahan.

Sekretaris Satpol PP, Sofyan Manullang, didampingi Kabid Tramtib, Siti Rosmita, seusai razia mengatakan, semua pasangan yang terjaring tersebut akan didata dan diberi pembinaan oleh pihak Dinas Sosial.

"Semua pasangan yang terjaring sebelumnya telah didata dan kemudian akan diserahkan ke pihak Dinas Sosial untuk selanjutnya diberi pembinaan. Razia kali ini juga untuk mengantisipasi maraknya Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tersebar dibeberapa hotel dan kos-kosan di wilayah Kota Kisaran" tutupnya.

Penulis: rendi. Editor: gun.