HETANEWS

Curi Mesin Pompa Air Musala, Hamdi Dihajar Massa dan Diserahkan ke Polisi

Hamdi Saputra, harus berurusan dengan pihak keplisian setelah ketahuan mencuri mesin pompa air Musala Al-Jihad tak jauh dari rumahnya.

Medan, hetanews.com - Hamdi Saputra, harus berurusan dengan pihak keplisian setelah ketahuan mencuri mesin pompa air Musala Al-Jihad tak jauh dari rumahnya.

Sebelum diamankan polisi, Hamdi lebih dulu menjadi bulan-bulanan warga yang merasa kesal atas ulah tersebut hingga babak belur dihajar massa di lahan garapan Desa Bandar Klipah, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (2/4/2019).

Pria yang tinggal di Jalan Masjid Pasar X, Kelurahan Bandar Klipah, Kecamatan Percut Seituan, kini masih diamankan di Polsek Percut Seituan.

Ketua Badan Kenaziran Musala Al-Jihad, Rustam Efendi Nasution mengatakan aksi pencurian itu diketahui saat jama’ah hendak melaksanakan salat subuh, sekira pukul 05.00 WIB. Sewaktu jama’ah mau mengambil wudhu air tidak keluar dari kran tempat wudhu.

“Waktu mau ngambil wudhu airnya tidak keluar. Begitu dicek ternyata mesin pompanya sudah hilang,” kata Rustam kepada wartawan di kantor polisi saat membuat laporan pengaduan.

Kemudian perwakilan pengurus melalui pengeras suara Musala menyampaikan berita kehilangan. Malamnya, ada warga yang melapor kepada dirinya bahwa Hamdi mengantarkan mesin pompa ke rumah Martempe Sianturi (37) yang juga tinggal di sekitaran Mushola.

“Selanjutnya saya dan warga mendatangi rumah Martempe Sianturi dan benar melihat pompa air Musala ada di rumahnya. Kepada warga Martempe Sianturi mengaku membeli pompa itu dari Hamdi seharga Rp 70 ribu,” ucap Rustam.

Setelah itu warga bersama Martempe Sianturi mendatangi rumah Hamdi dan langsung mengamankannya. Saat ditanyai, Hamdi mengakui perbuatannya sehingga warga dengan spontan menghajarnya hingga babak belur.

Setelah puas menghajar pelaku, warga membawanya ke pos polisi Pasar X menunggu kedatangan polisi. Tak lama berselang, personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan datang dan memboyong Hamdi berikut pompa air Mushola ke markas komando untuk diproses lebih lanjut.

sumber: suara.com

Editor: sella.