HETANEWS

Kasus Pengeroyokan Wartawan di Jalan Kartini, Jaksa Sebut Terdakwa Kumpul di Gudang Kayu LD

Ketiga terdakwa duduk di kursi pesakitan pengadilan menjalani sidang perdana. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Kasus pengeroyokan di Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat sempat menghebohkan masyarakat pada 12 Januari 2019 mulai diadili di PN Siantar, Selasa (2/4/2019).

Ketiga terdakwa, Arif Wiliansyah alias Arif, Zailani alias Wak Ze dan Miswanto Siregar alias Iwan, menjalani sidang pembacaan dakwaan di ruang Kartika oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Slamet Riyadi Damanik.

Dijelaskan jaksa dalam dakwaan, ketiga terdakwa semula berada di gudang kayu milik Lilis Daulay di Jalan Gunung Simanuk-manuk. Dijelaskan pada saat itu datang Ismet Dalimunte (belum tertangkap) memberitahukan pemberitaan yang diterbitkan korban berinsial TA.

Baca juga: Tampang 3 Pelaku Pengeroyok Wartawan, Ini Petunjuk Polisi Mengungkapnya

Berita memuat tentang pengusaha kayu asal Siantar berinisial L perihal penyebab longsor di Jembatan Sidua-dua, Parapat, membuat ketiga terdakwa emosi. Mereka menuding pengusaha L merupakan majikan mereka.

Keberadaan korban pun dicari para pelaku dan kemudian ditemukan di Kafe Hugos, Jalan Kartini. Ketiga terdakwa pun kemudian disuruh Arif Nemora Sitanggang (belum tertangkap) bersama para pelaku lain untuk menganiaya korban.

Baca juga: Siapa AS? Pria Yang Ajak Bertemu Korban Pengeroyokan di Kafe

Ketiga terdakwa bersama Rahmat, Riki, Yudi Kecil (belum tertangkap) pun 1 unit mobil pikap merek Grand Max. Sedangkan pelaku lain Yudi Besar, Kodir, Nazak, Ando (belum tertangkap) mengendarai 1 unit mobil Taft mendatangi korban.

Setibanya di lokasi, terdakwa Zailani mendatangi korban lalu berkata ‘aku tidak senang dengan pemberitaan mu itu’ dan langsung memukul wajah korban berulang kali dan diikuti oleh terdakwa Arif dan Iwan dan para pelaku lain.

Baca juga: Kapolres Sebut 3 Pengeroyok Wartawan di Siantar Anggota PP, Janji Ungkap Hingga ke Akar

Korban dalam kerumunan para pelaku sempat berhasil melarikan diri ke dalam Apotik Megumi yang letaknya bersebelahan dengan Kafe. Melihat hal itu para pelaku mengejar dan menarik korban keluar. Pukulan demi pukulan kembali diterima korban. Para pelaku usai menganiaya meninggalkan korban begitu saja dilokasi.

Usai pembacaan dakwaan, sidang dipimpin Hakim Rosihan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan korban TA.

Penulis: bt. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.