Simalungun, hetanews.com - Jona Parlin Sinaga (18) pemuda yang tinggal di Dusun Marihat Dolok Nagori Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun diganjar 8 bulan penjara disidang PN Simalungun, Kamis (28/3/2019).

Vonis tersebut diucapkan ketua majelis hakim Roziyanti SH didampingi dua hakim anggota Nasfi Firdaus SH dan Justiar Ronald SH. Sebelumnya jaksa Sanggam P.Siagian SH menuntut pidana penjara selama 12 bulan. Terdakwa dinyatakan terbukti , merampok dengan cara mengolesi cabai ke mata opung (neneknya). Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 365 ayat (1) KUH Pidana.

Perbuatan itu dilakukan terdakwa Senin 26 Nopember 2018 pukul 17.30 Wib di jalan setapak perladangan milik warga di Dusun Marihat Dolok. Sore itu korban hendak pulang dari ladang, sedangkan terdakwa yang sudah mempersiapkan cabai giling langsung mendorong tubuh korban hingga terjatuh dan menyiramkan cabai ke mata korban, sehingga korban Rama Olo br Sirait (75) menjerit kesakitan karena perih.

Terdakwa merampas tas sandang korban lalu mengambil uang Rp 20 ribu pecahan lima ribu milik korban yang dibalut plastik dan diikat karet gelang. Only Sinaga ayah terdakwa, tidak terima atas perbuatan putranya lalu menyuruh ibunya itu mengadukan perbuatan Jona Parlin Sinaga ke Polsek Tiga Dolok.

Saksi korban melapor didampingi Kepala Dusun Marolop Sidabutar.Atas tuntutan pidana itu, kepada majelis hakim diketuai Rozyanti SH, saksi korban sempat memohon agar cucunya dihukum ringan. "Entah setan apa yang mempengaruhi cucuku padahal dia itu baik tolonglah bu hakim, ringankan hukumannya", kata saksi Rama Olo br Sirait.

Hal yang meringankan menurut hakim, terdakwa sudah minta maaf kepada neneknya, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta mengaku sangat menyesal