HETANEWS

BPBD Hanya Dirikan Tenda dan Terpal Buat Rumah Warga Diterjang Puting Beliung

Atap rumah di Kelurahan Tomuan yang rusak akibat diterjang puting beliung. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com - Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Siantar, Irwansyah Saragih menuturkan bantuan yang bisa disampaikan ke rumah warga yang terkena bencana alam. Di Kota Siantar sendiri ada 3 rumah penduduk yang terkena angin puting beliung hingga memporak-porandakan atap rumah.

"Kalo bantuan sembako ataupun perbaikan semacam seng/atap itu gak ada. Kami hanya membantu evakuasi dan pemasangan terpal untuk atap seng yang rusak agar air tidak masuk ke dalam rumah warga," ujarnya kepada hetanews, Senin (1/4/2019).

Hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu, 30 Maret 2019, mengakibatkan tiga rumah diantaranya di Kelurahan Tomuan, Kelurahan Martoba, Kelurahan Bane, rusak bagian atap. Disamping itu ada pohon tumbang di Jalan Sangnawaluh dan SM Raja. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa.

Menurut Irwansyah, pemberian bantuan terhadap warga yang rumahnya rusak akibat bencana apabila terjadi dalam skala besar.

"Ini baru bisa kita tangani melalui SK Walikota. Sifatnya kita hanya membantu dalam bentuk tenaga itu saja," katanya.

Baca juga: Nestapa Warga Rumahnya Diterjang Puting Beliung, Hanya Terima Bantuan Tenda dari Pemerintah

Baca juga: Rumah Warga yang Diterjang Puting Beliung Belum Diperbaiki

Ia turut menghimbau masyarakat untuk tetap waspasda menghadapi musim hujan dan kondisi angin yang tidak menentu belakangan terjadi. Himbauan ini disampaikan lebih khusus kepada warga yang tinggal di pinggiran sungai karena masuk zona rawan banjir kiriman.

Adapun daerah yang dimaksud antara lain Kelurahan Setia Negara, Bukit Sofa dan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari. Kemudian, Kelurahan Naga Pitu, Tanjung Tongah, Tanjung Pinggir, dan Tambu Nabolon yang ada di Kecamatan Siantar Martoba.

"Termasuk juga Kelurahan Simalungun tepatnya di Kelurahan Pamatang karena debit air dari Simalungun diperkirakan bisa meningkat sewaktu-waktu. Bagi warga yang tinggal di pinggiran sungai agar tetap waspada manatau ada banjir kiriman dari hulu yaitu daerah Kabupaten Simalungun karena curah hujan sangat tak menentu," ujarnya.

Penulis: bt. Editor: bt.