HETANEWS.COM

Lapak PKL Tersisihkan Akibat Parkir Mobil di Bahu Jalan

Para Pedagang berkonsultasi dengan Ketua LBH Pematangsiantar, Frans Sahala P Simbolon, SH (kanan) di Kantor LBH Pematangsiantar, Jalan Sisingamangaraja, Kota Siantar.

Siantar, hetanews.com - Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Mufakat simpang Jalan Persatuan, Kecamatan Siantar Utara mengalami kesulitan setelah lapak berjualan mereka 'diganggu'.

Para PKL ini kemudian meminta pendampingan dari LBH Pematangsiantar supaya dapat memediasi para PKL dengan pihak kecamatan setempat. 

Menurut pengakuan beberapa PKL kepada LBH Pematangsiantar, sebelumnya para pedagang pasar pagi itu berjualan dibahu jalan percis didepan salah satu rumah di Jalan Mufakat simpang Jalan Persatuan.

"Para PKL ini sudah puluhan tahu berjualan di kaki lima itu. Belakangan pemilik rumah menggangu lapak jualan mereka dengan memarkirkan mobilnya," kata Frans Simbolon dari LBH Pematangsiantar, Sabtu (30/3/2019).

Frans mengatakan, para PKL itu berjumlah 40-an orang meminta pendampingan dari LBH Pematangsiantar. 

Para PKL yang berjualan dilokasi tersebut mulai beraktifitas dari pukul 01.00 WIB hingga pukul 07.00 pagi. 

Lapak berjualan PKL di Jalan Mufakat, Kecamatan Siantar Utara. Pemilik rumah memarkir mobil di bahu jalan, Sabtu (30/3/2019) dini hari

Selain PKL, jelas Frans, pengguna jalan dan  pemilik toko kelontong juga mengalami kerugian akibat tindakan pemilik rumah yang menggangu lapak PKL dengan memarkirkan mobilnya.

"Pemilik rumah tersebut memarkirkan mobilnya dan timbangan besi pas di bahu jalan itu. Sehingga pedagang kehilangan tempat. Menurut pengakuan pedagang ini unsur kesengajaan," katanya.

Jakpar menambahkan, oknum pemilik rumah juga mendirikan lapak lapak berjualan percis dihadapan rumahnya. Lapak itu dibangun dengan seng dan tiang, juga lampu penerangan yang disewakan kepada PKL.

"Ada kesepakan antara pemilik rumah dan sejumlah PKL. Jadi pedagang diminta uang Rp.100 ribu sewa satu lapak. Biaya segitu untuk pembayaran lampu," kata Tim LBH Pematangsiantar ini menjelaskan.

Kemarin, kata dia, pihaknya telah mendampingi para PKL ke kantor camat setempat untuk membicarakan hal itu. Dari pertemuan dengan pemerintah kecamatan setempat, sambung Jakpar, pihak kecamatan berjanji akan menghadirkan pemilik rumah tersebut.

Penulis: gee. Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!