HETANEWS

Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan: Membatik Dapat Bangkitkan Prekonomian Rakyat

Pengerajin Batik asal Kota Pekalongan saat menggambar di kain polos untuk membuat baik, Jumat (29/3/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan, punya ide untuk Kota Siantar, yaitu akan dijadikan sebagai kota batik, Jumat (29/3/2019).

Dengan ajang membatik ini, diharapkan dapat menggerakkan sektor perekonomian masyarakat, di Kota Siantar, ujar Sumiharjo Pakpahan.

"Dengan memproduksi batik, dapat meningkatkan prekonomi masyarakat," katanya, sata disambangi hetanews.com, di rumahnya, Lorong 6 Parluasan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Jumat (29/3/2019).

Bahkan, wacana itu tidak hanya muluk – muluk karena dia telah mempersiapkan pelatihan membatik untuk masyarakat dan pengajarnya, juga telah didatangkannya, langsung dari kota batik, yaitu, Kota Pekalongan.

Tak hanya itu, pria yang dikenal murah hati dan suka menolong ini, berharap kepada masyarakat, agar setelah mengikuti  pelatihan ini, dapat memproduksi batik dan hasil produksi batik akan ditampung, lalu dipasarkan.

Ratusan canting, alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan yang khas digunakan untuk membuat batik tulis yang disediakan untuk masyarakat belajar membatik, Jumat (29/3/2019). (foto/hza)

"Tapi kita harapkan setiap dari mereka (masyarakat yang membatik) ini, bisa menjadi marketing. Di rumahnya, paling tidak ada galeri batik, walaupun itu kecil-kecilan," harapnya.

Baca juga: Belajar Membatik Sendiri Yuk!! Di Rumah Bapak Sumiharjo Pakpahan, Gampang Kok..!

Dengan pelatihan membatik ini, Sumiharjo Pakpahan sangat  menginginkan masyarakat Kota Siantar itu lebih produktif terkhususnya membatik. Karena membatik ini menjadi pakian nasional.

"Kita juga berharap, nantinya motif batik ini, motif batak. Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Pakpak dan Batak Maindailing. Nantinya dibatiknya ada tertulis marga-marga, dan otomatis masyarakat akan membeli," ungkapnya.

Untuk saat ini, Kota Siantar saja yang dipacu untuk membatik, kata Pakpahan.

Penulis: hza. Editor: gun.