HETANEWS.COM

Belajar Membatik Sendiri Yuk!! Di Rumah Bapak Sumiharjo Pakpahan, Gampang Kok..!

Taufik (50) alias Canting saat menggambar beberapa corak dikain putih yang nantinya akan dijadikan batik, Jumat (29/3/2019). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Batik merupakan warisan budaya milik Indonesia yang telah diakui oleh  dunia internasional, melalui The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sejak 2 Oktober 2009 lalu, pastinya perlu dilestarikan.

Sejak pengakuan UNESCO tersebut, setiap daerah di Indonesia berlomba-lomba mengeluarkan koleksi batik khas masing-masing daerah. Termasuk kali ini, Kota Pematangsiantar akan mencanangkan menjadi kota batik.

Ide Kota Siantar menjadi kota batik tersebut muncul dari pemikiran Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan, dengan mengundang langsung ahli pembuat batik dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah, untuk mengajar langsung masyarakat membatik, di rumahnya, di Lorong 6, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

Ahmad Salahuddin (55), bersama timnya yakni, H. Untung Sudi (60), Hasan Basri (61), Taufik (50) alias Canting yang khusus didatangkan dari Kota Pekalongan, nantinya akan mengarahkan 200 masyarakat, khusus Kecamatan Siantar Utara, dan Kecamatan Siantar Barat yang akan belajar membatik.

Saat berbincang-bincang dengan salah satu pengerajin batik, H Untung Sudi (60), menjelaskan, mereka datang atas undangan Mayjen TNI (Purn) Sumiharjo Pakpahan, dalam rangka pelatihan membatik untuk daerah Kota Siantar.

Taufik (50) alias Canting saat menggambar beberapa corak dikain putih yang nantinya akan dijadikan batik, Jumat (29/3/2019). (foto/hza)

"Tujuan Kota Siantar ini akan menjadi kota batik. Kami lah yang mendukung serta memberikan pengajaran membatik,"ujarnya, seraya mengatakan, mereka asli warga kota Pekalongan.

 Untung Sudi juga mengatakan, kalau mereka juga adalah pengusaha, memproduksi batik dan bahkan memasarkannya.

Saya menekuni batik, sudah 35 tahun. Dan bakat batik ini, turun temurun dari kakek saya, ke ayah saya dan ayah saya turun kesaya-nya, ungkapnya.

Secara umum, batik bisa dihasilkan dengan dua cara, yaitu dengan dicap atau ditulis. Untuk membuat batik cap, prosesnya lebih mudah, bisa dengan cap manual maupaun dengan mesin, jelasnya.

"Seiringnya perkembangan jaman, ada batik cap (setempel), dan jenis ini sesungguhnya merusak batik. Yaitu batik yang dibuat dengan cara diprin (printing)," ujarnya, Jumat (29/3/2019).

"Untuk belajar membatik, awalnya kita gunakan kain putih, kita gambar pakai pensil dan kembali digambar pakai lilin, trus dikasi pewarna dan dibersihkan lilinnya. Kalau bahasa di Oekalongan, dilorot namanya,"ucapnya.

Membatik tulis, diperlukan kain polos, perlu digambar terlebih dahulu, serta alat utama, yakni kain polos, canting sebagai alat lukis, lilin warna untuk melukis, wajan sebagai wadah dan kompor untuk memanaskan lilin.

"Untuk saat ini, kita berikan pelatihan, kalau masyarakat berminat akan dilanjutkan pelatihan membatiknya," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!