HETANEWS

Ketua Komisi 1 DPRD Samosir Angkat Bicara Soal Keputusan Bawaslu Terkait Laporan Dugaan Kampanye Bupati Samosir

Surat hasil keputusan Bawaslu yang ditempelkan si papan pengumunan pd hari sabtu kemarin.(Foto/STM)

Samosir, hetanews.com - pasca pidato Bupati Samosir, Rapidin Simbolon pada Hari Jadi Kabupaten Samosir ke XV, (25/2/2019) yang diduga melakukan kampanye berbau ajakan untuk memilih terhadap salah satu calon presiden di depan masyarakat Samosir, seorang warga bernama Hatoguan Sitanggang, penduduk Kecamatan Pangururan, melaporkan Bupati Samosir ke Bawaslu. 

Menyikapinya, Bawaslu Samosir telah melayangkan surat panggilan pertama terhadap Bupati Samosir, namun yang bersangkutan tidak hadir, sehingga Bawaslu melayangkan surat panggilan kedua.

Pada pemeriksaan kedua, atas permintaan Bupati Samosir dengan alasan kesibukan dan tugas negara, pemeriksaan kepada Bupati Rapidin Simbolon meminta pemeriksaan dilakukan di Rumah Dinas Bupati Samosir, Jalan Danau Toba, Pangururan. 

"Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Samosir telah membuat surat resmi sebanyak 2 kali tentang tempat pemeriksaan dengan alasan kerja dan tugas negara Bupati Samosir, akhirnya berdasarkan permintaan Bupati kita melakukan pemeriksaan terlapor Bupati Samosir Rapidin Simbolon di rumah dinas Bupati Samosir pada hari Jumat,(22/3/2019) pukul 14 Wib," ujar Ketua Bawaslu Samosir Anggiat Sinaga ketka dikonfirmasi Hetamews.com di Kantor Bawaslu Samosir,Jalan Raya Simanindo pada Senin, (25/3/2019).

Menyikapinya, Anggota DPRD Samosir  Sarochel Tamba, ST pun menyanyangkan sikap Bawaslu Samosir sebab menurutnya harusnya bawaslu menjungjung tinggi hukum di negara kita ini,siapapun itu orangnya , Hukum harus sama semua dimata hukum.

"Jangan pula suatu demokrasi ini mundur kebelakang yang melakukann pemerikasan kedua dirumah dinas Bupati Samosir, seharusnya untuk menjaga profesionalisme dan wibawa lembaga itu, harusnya Bupati  diperiksa di kantor Bawaslu," ujar Sarochel Tamba kepada wartawan pada Kamis, (27/3/2019).

Sarochel Tamba yang juga Ketua Partai Nasdem Samosir ini juga  mengkritik putusan Bawaslu Samosir yang memutuskan gugurnya laporan warga atas kampanye politik Bupati Samosir Rapidin Simbolon tersebut dan ini akan menambah mundurnya rasa kepercayaan Publik kedepan kepada Lembaga Bawaslu Samosir.

"Dan terkait adanya penghentian laporan warga atau tidak bisa dilanjutkan (dugaan kampanye Bupati Samosir, red) di hari jadi kabupaten samosir, harusnya Bawaslu mengembangkan lebih jauh lagi bukti-bukti rekaman yang sudah diberikan sebelumnya oleh salah satu wartawan maupun kepada para pengunjung yang datang saat itu. Jangan pula itu dijadikan alasan hanya gara-gara sipelapor tidak bisa memberikan bukti dokumentasi berupa kepingan CD maupun flashdisk, itu tidak Rasional namanya," tegas Sarochel Tamba. 

Sebelumnya, salah seorang pelapor bernama Soritua Manurung (salah seorang jurnalis) mengaku sudah memberikan bukti rekaman dugaan kampanye Bupati Samosir kepada Bawaslu Samosir. 

"Sementara disatu sisi Bawaslu juga sudah menerima bukti rekaman kampanye poltik bupati melalui WA maupun Bluetouth yang saya diberikan," jelasnya.

Penulis: stm. Editor: tom.