HETANEWS

Polres Samosir akan Pasang Garis Polisi di Cafe Rindu Alam

Kasat Reskim Polres Samosir, (baju putih), AKP Jonner Banjarnahor ketika Tim IWO Samosir audiensi di ruangan Kapolres. (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Pasca aksi puluhan warga Huta Tinggi yang mendatangi Polres Samosir, pada Senin malam (25/3/2019), pihak Polres Samosir, akan segera melakukan pemasangan police line (garis polisi), di tempat kejadian perkara, yaitu Kafe Rindu Alam.

Hal itu ditegaskan Kapolres Samosir, melalui Kasat Reskrim, AKP Jonser Banjarnahor, kepada awak media Hetanews.com, pada Selasa (26/3/2019).

"Kita akan membuat police line ke kafe Rindu Alam tersebut, untuk menghindari timbulnya masalah yang baru, dan Kapolres memberikan perhatian serius terkait masalah kafe ini,"kata AKP Jonser Banjarnahor, di ruang pemeriksaan, pasca pelepasan dengan jaminan, Rokki Naibaho.

Sebelumnya diberitakan, warga menduga Kafe Live Music Rindu Alam melakukan bisnis esek-esek dalam operasionalnya, dan setelah sekian lama, mereka menahan kesabaran agar pusat hiburan malam yang diduga tanpa izin itu, ditutup.

Hingga akhirnya, puluhan warga setempat turun langsung ke lokasi untuk menutup usaha itu, pada Kamis (7/3/2019), lalu,  mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

Salah satu warga, R Naibaho kepada wartawan, pada Jumat (8/3/2019), menyampaikan, hal itu dilakukan warga, karena keberadaan live music Rindu Alam telah meresahkan warga, dan menduga adanya bisnis esek-esek didalamnya.

“Telah meresahkan warga baik akibat suara bising, dan kuat dugaan adanya bisnis esek-esek. Sehingga tadi malam, penduduk Huta Tinggi turun langsung menutup usaha live music Rindu Alam,"ujar Naibaho.

Setelahnya, pada Jumat (22/3/2019), di depan pengelola Kafe Live Music Rindu Alam, bernama  Aldo Pasaribu, Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga,  juga menanyakan tentang dokumen perizinan kafe tersebut dan setelah tim terpadu meniliti dokumen kafe, disimpulkan belum memiliki ijin lengkap, seperti yang dipersyaratkan peraturan yang berlaku.

Dengan tegas, Juang Sinaga meminta agar hiburan malam yang belum memiliki izin itu tidak lagi beroperasi, sebelum semua izinnya terpenuhi dengan resmi.

Juga menghimbau agar memilih usaha yang tepat tanpa menggangu ketentraman sekitar.

Penulis: stm. Editor: gun.