HETANEWS

Miris!!!! Meski Berdamai, Sopir Angkot Ini Tetap Diancam 2 Tahun

Ragam, terdakwa laka lantas. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dalam persidangan sebelumnya telah terungkap, antara terdakwa dan korban, bahkan keluarga korban, sudah berdamai.

Malah, keluarga korban meminta agar hakim segera membebaskan terdakwa atau dihukum seringan - ringannya, karena kasihan pak.

"Saya minta yang mulia agar segera membebaskan dia, atau meringankan hukumannya, kasihan, karena kami keluarga sudah berdamai dan tidak keberatan lagi,"ungkap saksi sebagai keluarga korban, di PN Simalungun, Selasa (12/3/2019), lalu.

Itulah yang diungkapkan keluarga korban, di depan  majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution SH MH. Tapi jaksa Sanggam Siagian SH, tetap menuntut pidana penjara selama 2 tahun, terhadap terdakwa Ragam Sitorus.

Berbeda dengan kasus laka lantas lainnya, jika sudah berdamai, bahkan terhadap terdakwa dilakukan tahanan kota (di luar rutan).

Miris  yang dialami terdakwa Ragam Sitorus, tetap harus meringkuk, di sel tahanan dan dituntut 2 tahun.

Tuntutan itu dibacakan jaksa, di PN Simalungun, Selasa (26/3/2019). Ragam Sitorus (36), warga Kampung Sipirok Labuhanbatu Induk ini, diduga lalai mengemudikan angkutan umum Citra Anak Simalungun (CAS), jurusan Siantar-Tigaras. Akibatnya, korban Feo Chrisvano Parhusip yang berusia 4,5 tahun, mengalami luka. Tapi korban sudah dirawat dan sudah sembuh.

Atas tuntutan pidana itu, terdakwa meminta agar hakim meringankan hukumannya. Untuk pembacaan vonis, sidang ditunda seminggu.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.