HETANEWS

Sempat Ditahan 6 Jam, RN Akhinya Dilepas Polres Samosir

Ketua FKTM Kabupaten Samosir, Obin Naibaho (kiri) didampingi RN (kanan) saat keluar dari Mapolres Samosir, sekitar pukul 21.33 WIB, Senin (25/3/2019). (foto/stm)

Samosir, hetanews.com - Setelah sempat ditangkap atas dugaan penganiayaan terhadap pengelola tempat hiburan malam live music Rindu Alam, berinisial AP, terlapor RN, yang ditangkap unit Reskrim Polres Samosir, Senin (25/3/2019), sekira pukul 16.30 WIB, lalu, akhirnya dilepas.

Adapun penangkapan terhadap RN atas surat perintah penangkapan Nomor: SP. Kap/18/III/2019/Reskrim, dengan dasar penangkapan pasal 5 ayat (1) huruf b angka 1, pasal 7 ayat (1) huruf d, pasal 16, pasal 17, pasal 18, pasal 19, dan pasal 37 KUHAP.

Kemudian, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, laporan polisi Nomor: LP/B-52/III/2019/SMR/SPKT tanggal 16 Maret 2019, dan surat perintah penyidikan Nomor: Sp.Sidik/32/III/2019/Reskrim tanggal 18 Maret 2019.

Diugaan tindak penganiayaan itu, terjadi pada Sabtu (16/3/2019), lalu, sekira pukul 22.30 WIB, di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, tepatnya di Klub Rindu Alam.

Dan sempat puluhan warga Huta Tinggi yang tidak terima atas penangkapan RN, mendatangi Mapolres Samosir, Senin malam (25/3/2019), untuk melakukan aksi dukungan agar RN dilepaskan.

Setelah puluhan warga mamaksa masuk ke Mapolres Samosir untuk melihat RN yang tengah diperiksa, atas pernyataan Ketua Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat (FKTM) Kabupaten Samosir, Obin Naibaho, menjami RN akan pulang malam itu juga, akhirnya warga membubarkan diri dengan damai, serta diberangkatkan dengan doa oleh Pdt L Siahaan, sekitar pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Protes Rekannya Ditahan, Warga Datangi Mapolres Samosir

RN keluar dari ruang pemeriksaan didampingi Obin Naibaho, didasari surat perintah pelepasan penangkapan Nomor: Sp.Lepas Kap/18.a/III/2019/Reskrim ditandatangani Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Jonser Banjarnahor dan diserahkan penyidik pembantu, Brigadir Candra Hutapea dengan pertimbangan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap seorang tersangka yang telah ditangkap.

Dan sesuai keterangan saksi-saksi, bahwa terhadap perbuatan tersangka, belum dapat dilakukan penahanan ataupun tersangka dijamini oleh pihak keluarga. Yang bersangkutan dilepas dari status tangkapan karena tersangka sudah selesai dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan atas jaminan Obin Naibaho yang bermohon untuk tidak dilakukan penahanan.

"Kita akan membuat police line ke kafe Rindu Alam tersebut, untuk menghindari timbulnya masalah baru," kata Jonser Banjarnahor, kepada wartawan, Senin (25/3/2019), di ruang pemeriksaan terhadap tersangka RN, ketika ditanya tindakan apa yang akan dilakukan.

Penulis: stm. Editor: gun.