HETANEWS.COM

Diduga Salahi Prosedur, WTR Asahan Tempuh Jalur Hukum

Ketua WTR Kabupaten Asahan, Susilawadi, bersama pengurus, berfoto di lokasi lahan kebun sawit. (Foto/Ren)

Asahan, hetanews.com - Terkait adanya dugaan penyimpangan pelepasan/penanggalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Kisaran, Kelompok Wiraguna Tanah Rakyat (WTR), melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia (RI), Ir H Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok WTR, Susilawadi, didampingi pengurusnya, kepada wartawan, Senin (25/3/2019), di areal lahan yang diklaim sebagai tanah Negara, di Jalan Pondok Indah, Lingkungan VI, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat.

"Kami sudah layangkan surat ke Presiden yang tembusannya  ke Bupati Asahan. Surat yang dilayangkan memberitahukan kedudukan atas tanah yang berlebih dari pelepasan yang diduga bermasalah itu," kata Susilawadi.

Menurut data yang diperoleh Susilawadi, pelepasan/penanggalan hak yang dilakukan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, terhadap lahan seluas 126.500 M2 yang termasuk dalam bagian dari lahan HGU, dengan Sertifikat Nomor 2 (02.07.12.01.2.00002) tanggal 1-5-1997 kepada PT. Graha Asahan Indah dengan dalih untuk menyesuaikan penggunaan tanahnya dalam pembangunan/pengembangan Wilayah Kota Kisaran, sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) wilayah Kota Kisaran, Perda Tingkat II Asahan Nomor 7 Tahun 1995 Tanggal 26 Oktober 1995, diduga tidak sesuai dengan Pasal 6 UU Pokok Agraria tentang fungsi sosial tanah.

"WTR akan menelusuri kembali, karena kuat dugaan pelepasan itu menyalahi aturan, karena pada saat itu, Bupati Asahan sebagai kepala daerah mengetahui dan Kepala BPN Asahan, menjadi saksi pada surat pelepasan yang ditandatangani para pihak," ungkap Susilawadi.

Kembali dikatakannya, fakta di lapangan, sesuai dengan peta kerja, lahan yang dikosongkan oleh PT BSP Tbk Kisaran, seluas kurang lebih 18 hektar. Sementara sesuai surat yang ditandatangani para pihak pada Jumat,  28 Desember 2001, luas lahan yang ditanggalkan/lepaskan dari HGU Nomor 2 itu seluas kurang lebih 126.500 M2. Maka dari itu terdapat selisih seluas 5,35 hektar.

Sampai saat ini belum ada pihak–pihak yang bisa dikonfirmasi terkait keabsahan pelepasan HGU PT. BSP Tbk Kisaran kepada PT. Graha Asahan Indah.

Penulis: rendi. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!