HETANEWS

PERSIAPAN MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Ilustrasi.(Foto/Internet)

Oleh: Rio Rezeki Purba (Pemerhati sosial dan Penulis Novel)

Berpeluang menjadi pribadi yang berguna untuk masa depan dan menjadi kebanggaan bagi nusa dan bangsa tentu saja menjadi prioritas utama dalam menempuh sebuah pendidikan. Perolehan nilai bagus selalu menjadi tolok ukur yang sudah menjadi kebiasaan sejak lama, sehingga perolehan nilai itu bisa menjadi penentu “sejauh mana” kita berhasil meraih pendidikan itu. Menjalani sebuah pendidikan tampak jelas tidak bisa lepas dari kata “harus giat belajar” tentu saja alasannya tidak bisa terbantahkan; demi sebuah nilai yang bagus. Negara Finlandia merupakan negara yang diakui dalam bidang pendidikan, namun di Negara Finlandia Ujian Nasional tidak diberlakukan.

Selain itu sekolah di Finlandia juga tidak memakai sistem ranking, mereka ingin semua siswa dianggap rata sehingga murid di sana bersekolah tanpa harus dicap bodoh maupun dicap pintar hanya karena ranking.Terlepas dari itu, apa kita bisa mengatakan bahwa seseorang yang tidak mendapatkan nilai bagus adalah merupakan seseorang yang tidak giat belajar? Pendidikan yang sedang dijalani setiap orang seharusnya bukan saja tentang mendapatkan nilai yang bagus. Pendidikan itu adalah bagaimana kita menjalani setiap proses menuju sebuah prestasi, bukan nilai yang bisa didapat dengan ribuan basa basi.

Tahun sebelumnya sangat ramai diperbincangkan mengenai keluhan pelajar SMA (Sekolah Menengah Atas) yang menganggap soal-soal UN (Ujian Nasional) memiliki tingkat kesulitan yang tinggi bahkan dari beberapa soal UN ada yang dianggap “ngaco” dan beberapa
diantaranya merasa permasalahan teknis juga dianggap mengganggu. Tidak lama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendy langsung menanggapi bahwa pemerintah memang menigkatkan tingkat kesulitan dalam Soal-soal UNBK (Ujian Nasional
Berbasis Komputer) meski hanya sekitar 20 persen dari total seluruh soal. Beliau juga menyampaikan dan meminta seluruh siswa harus siap belajar lebih keras serta bersungguh-sungguh, harus menantang setiap kesulitan yang ada, jangan mencari mudah karena dunia
semakin tidak mentoleransi orang-orang yang gampang mencari mudahnya.

Depresi Menghadapi Ujian Nasional

Setiap tahunnya dalam rangka menghadapi UN, beberapa murid dijumpai meninggal karna depresi bahkan bunuh diri. Hal ini sempat menjadi perbincangan sejak tahun 2007 sekitar 11 murid meninggal akibat UN. Siswa SMA sangat rentan depresi dalam rangka menghadapi Ujian Nasional secara umum dan kerap terjadi karena setelah ujian akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi (universitas).

Timbulnya Depresi pada usia remaja tentu saja disebabkan beberapa tekanan yang dialaminya. Tekanan batin karena banyaknya pikiran sering dialami akibat munculnya beberapa pertanyaan yang timbul di dalam pikiran masing-masing menjelang UN. Beberapa hal yang sering mempengaruhi timbulnya depresi menjelang UN seperti: takut mengecewakan orangtua, bully-an sesama teman, pertaruhan harga diri, serta pikiran untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Semua itu kerap sekali menjadi momok besar pengungkit depresi ditambah lagi dengan timbulnya beberapa pertanyaan seperti: bagimana kalau soal ujiannya sulit? bagaimana kalau kenyataannya soal ujian itu sama sekali bukan soal yang kita duga? dan akan masih banyak pertanyaan lagi yang muncul dengan sendirinya. Kekhwatiran menjelang Ujian Nasional sering sekali berubah menjadi sebuah ketakutan. Ketakutan tentu saja bisa menimbulkan tindakan yang sama sekali tidak diinginkan. Menganggap beratnya tanggung jawab yang diemban menjelang Ujian Nasional tentu saja mengubah cara pandang murid di usia remaja, mengubah cara tanggap, mengubah “kesadaran” sebagai murid menjadi “tekanan” sebagai murid. Tekanan yang kemudian dianggap menjadi sebuah tuntutan besar bisa menimbulkan dampak besar seperti depresi.

Depresi pada seseorang dapat mengakibatkan munculnya sifat apatis, kurangnya semangat dalam menanggapi apapun, kebingungan peran antara bukan anak-anak lagi atau merasa belum cukup dewasa. Setiap anak tentu saja tumbuh dan dibesarkan dari orangtua yang mempunyai karakter dan situasi ekonomi yang berbeda. Depresi pada usia remaja juga merupakan salah satu akibat dari ketidak pedulian orangtua dalam membangun komunikasi, peran orangtua dalam membangun kedekatan emosional dengan anak. Tingkatan respon tanggap seorang anak tergantung anak tersebut tumbuh dari orangtua yang seperti apa, dibesarkan dengan cara seperti apa, dan dibimbing dalam lingkungan yang seperti apa. Tidak peduli diawali dari hal kecil atau hal besar, yang pasti saat depresi muncul, itu sama sekali tidak boleh disepelekan.

Strategi Menjelang Ujian Nasional

Demi mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan di Indonesia, Pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperkenalkan dan mengintrodusir soal Ujian Nasional dengan kualifikasi HOTS; High Order Thinking Skills. Kualifikasi HOTS dibuat sejalan dengan penyesuaian standar internasional yang diberlakukan oleh lembaga asesmen tim penilai lembaga internasional. Tingkat pendidikan yang dirancang semakin tinggi tentu saja meningkatkan tuntutan fokus belajar yang semakin tinggi juga. Menjelang Ujian Nasional keberadaan murid yang tertekan karena memilih harus fokus belajar tidak jarang dijumpai. Ketakutan serta berkurangnya rasa percaya diri menjelang Ujian Nasional sering menjadi “kebiasaan” para murid kebanyakan. Anggapan terlalu sulitnya soal-soal UN yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk menjawab soal-soal dengan benar seolah menjadi tembok baja yang tidak bisa ditembus sama sekali.

Pilihan untuk rutin melakukan olahraga ringan setiap hari menjelang Ujian Nasional dapat mengurangi beban pikiran karena kekhawtiran. Selain itu Pertunjukan Drama Musikal juga menjadi pilihan yang sangat tepat. Drama Musikal menjadi wadah yang sangat tepat guna dijadikan sebagai ruang untuk menyalurkan aspirasi para siswa sebelum pertarungan Ujian Nasional dilaksanakan. Dalam Drama Musikal para siswa bisa bebas mengekspresikan perasaanya. Perpaduan antara olahan drama dengan gabungan musik yang mengikuti setiap gerakan yang bebas diekspresikan membuat murid semakin kuat dalam membangun imajinasi yang tinggi sehingga mampu terfokus terhadap pengolahan emosi. Perpaduan Drama dan Musik dalam Drama Musikal sama layaknya seperti mengandung zat kimia otak Dopamine dan Endorphins, perpaduan yang mampu menciptakan efek mengurangi rasa sakit, menurunkan stress dan meningkatkan rasa senang.

Drama Musikal tidak menjauhkan murid dari bermain. Drama Musikal merupakan wadah yang pas sebagai tempat murid untuk bermain sambil mengenal kesenian. Selain mampu meningkatkan rasa percaya diri seorang murid menjelang Ujian Nasional, Drama Musikal juga mampu melatih kordinasi dan sosialisasi yang tinggi bagi murid sehingga dengan mudah menambah kreativitas serta daya ingat yang menumbuhkan kemampuannya berkomunikasi dengan baik.

Melaksanakan kegiatan doa bersama menjelang Ujian Nasional tentu saja tidak bisa dilupakan begitu saja. Kesiapan menghadapi Ujian Nasional tidak cukup hanya membenahi raga saja, jiwa yang kuat juga sangat dibutuhkan sehingga mental yang siap juang tumbuh dengan sendirinya.

PENUTUP

Sesuai teori Uses and Gratifications dapat disimpulkan bahwa terjalinnya komunikasi yang baik dan erat antar seluruh pengguna atau pelaku Drama Musikal ini tentu saja mampu menciptakan dan mendapatkan kepuasan setelah melakukan kegiatan tersebut. Pihak sekolah seharusnya memberi ruang yang lapang untuk para murid menyalurkan aspirasinya menjelang Ujian Nasional agar menjauhkan para murid dari yang namanya kekwatiran, ketakutan bahkan stres dan depresi. Dukungan orang tua juga menjadi salah satu dorongan yang sangat kuat, menjalin komunikasi yang dekat dengan anak secara terbuka mampu merangkul emosi prihatin sehingga menciptakan kejujuran. Ujian itu bukan sekedar tentang nilai, akan tetapi pengujian terhadap kedisiplinan, ketekunan serta kejujuran. “PRESTASI MEMANG PENTING TAPI JUJUR YANG UTAMA” begitu kata Bapak Muhadjir Effendy, selaku Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Selamat menghadapi UN buat calon penerus bangsa dan semoga sukses.

Editor: tom.