HETANEWS

Bupati Samosir Ajak Warga Pilih Jokowi di Hari Jadi Kabupaten Samosir ke 15, Diadukan Ke Bawaslu

Bupati Samosir Rapidin Simbolon ketika menyampaikan pidato dalam HUT Kabupaten Samosir ke 15.(Foto/STM)

Samosir, hetanews.com - Dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Samosir yang jatuh pada tanggal 25 sampai 27 Februari 2019, ada kejadian unik yang terjadi, kejadian itu dikarenakan Pidato dari Bupati Samosir Rapidin Simbolon kepada masyarakat Samosir yang berbau ajakan kepada masyarakat untuk memilih salah satu Pasangan Calon (Paslon) Presiden.

Kejadian itu bermula ketika pembukaan perayaan hari Senin, (25/02/2019) dimana pada saat menyampaikan pidatonya, Rapidin seakan mengajak masyarakat Samosir untuk memilih salah satu Paslon Pilpres.

"Mau enggak milih Jokowi, betul, kaga bohong, kalau ada milih yang lain, buat saja dulu dia tertidur sebentar, dan selesai pemilihan baru, iyakan, benar mau pilih Jokowi, betul, awa kalau tidak pilih Jokowi,"katanya.

Mendapati hal tersebut, masyarakat ada yang berteriak sambil tertawa bahkan ada yang berteriak seakan-akan mengkwatirkan hal tersebut didengar oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu). Mendapati hal tersebut salah seorang warga Ramlan Situmorang yang dimintai tanggapannya menyebutkan tidak mempermasalahkan ucapan dari Rapidin tersebut.

para tamu Undangan beserta warga samosir yang menghadii acara hari jadi kabupaten samosir.

"Saya pribadi tidak keberatan karena ada bukti nyata dari Prsesiden kita sekarang ini dengan  prestasi yang bagus dan adil bagi seluruh masyrakat indonesia, itu wajar bukan kampnye tapi menyuruh masyakat harus cerdas dalam memilih siapa pemimpin kita selanjutnya,karena saya dengar semua,dia bukan mengajak,tapi mengajak masyarakat itu untuk cerdas,pintar dalam berpikir uuntuk selanjutnya bagi indonesia,"katanya. 

Mendengar Pidato dari Bupati tersebut, salah seorang warga Hatugohan Sitanggang langsung mendatangi Kantor Bawaslu guna melaporkan kejadian tersebut. hal ini dilakukannya sebab dalam Peraturan Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 289 Ayat 2 Pelaksanaan atau tim Kampanye dilarang mengikut sertakan, Pejabat struktural,pejabata fungsional dalam jabatan negeri, Direksi komisaris,Dewan pengawas dan karyawabbadan usaha milik negara.

Bupati bersama Wabub,sekda,asisten satu seusai Bupati berpidato dalam kata sambutannya yg diawali pemukulan Gondang dimulai dibukanya hari jadi kabupaten samosir ke 15

Adapun sangsi bagi pejabat negara,pejabat struktural,pejabat fungsional dalam jabatan negeri,karyawan badan milik usaha negara,Desa yang anggarannya bersumber dari keuangan negara yg ikut serta dalam tim kampanye, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun denda paling banyak Rp. 24.000.000 (Pasal 522 undang undang pemilu)

Berdasarkan keterangan Ketua Bawaslu Samosir Anggiat Sinaga mengaku sudah melayangkan surat panggilan terhadap Bupati Samosir, namun Rapidin tidak hadir, sehingga Bawaslu melayangkan surat panggilan kedua.

"Bahwa Bupati sudah kita Panggil atau kita undang hari ini,tapi beliau tidak bisa hadir karna pekerjaan tugas luar kota, surat kita sudah mereka balas pada hari ini dan nanti kita akan buat lagi panggilan ke 2,"ujar Anggiat.

Ketika hal ini di konfirmasi oleh awak media Kepada Rapidin, dia mengaku masih berada di luar kota.

 "Ohhhh, maaf diundur sampai dengan hari Jum'at sore, karena masih ada tugas di luar kota,maaf iya Lae,"jawab Rapidin melalui pesan WhatsApp kepada hetanews.

Penulis: stm. Editor: tom.