HETANEWS

Viral Kisah Pria Cacat Permanen Gara-gara Leher Dipijat Usai Cukur Rambut

Kebiasaan pijat kepala dan leher sehabis cukur memang menyenangkan, apalagi sampai berbunyi, "Kreeekkk"! Tapi hati-hati, para ahli tidak menyarankan karena berisiko merusak saraf.

Jakarta, hetanews.com - Terkait dengan peringatan tersebut, sebuah kisah viral di media sosial seolah jadi pengingat. Dikisahkan, seorang pria India berusia 54 tahun mengalami sesak napas dan harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans gara-gara menjalani pijat leher usai bercukur.

Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) menunjukkan ada cedera serius pada saraf phrenic di tulang tengkuk. Disebutkan, saraf ini berfungsi mengatur otot yang membantu pernapasan. Akhir cerita, pria tersebut harus menggunakan alat bantu pernapasan sepanjang hayat.

Pantauan detikHealth pada Kamis (21/3/2019), kisah yang dibagikan oleh akun Public Health Malaysia tersebut mendapat 4,5 ribu reaksi dan 3,8 ribu komentar serta dibagikan-ulang lebih dari 11 ribu kali.

Cerita tentang pria lumpuh seusai pijat leher viral di media sosial.Cerita tentang pria lumpuh seusai pijat leher viral di media sosial. Foto: Screenshot FB

Serupa dengan kisah tersebut, pijatan leher yang memicu kerusakan saraf phrenic atau frenikal pernah dilaporkan pada 2017, juga terjadi di India. Seorang pria bernama Kumar mengalami kelumphan diafragma dan harus menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) sepanjang hidupnya.

"Saat memeriksanya, kami melihat Kumar memiliki pola pernapasan yang paradoks. Dadanya bergerak ke arah dalam, bukannya meluas. Gerakan dada yang abnormal ini mempengaruhi pola pernapasan dan menyebabkan penurunan kadar oksigen di darahnya," kata dr Anand Jaiswal yang menangani pasien, seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.

Dijelaskan oleh dr Jaiswal, kerusakan saraf frenikal terjadi karena keretakan leher akibat pijatan tukang cukur. Pijat di leher, menurut dr Shakir Husain dari RS Neo India bisa juga memicu kerusakan pembuluh darah arteri vertebralis.

"Jika robeknya kecil, itu akan sembuh secara alami. Pengencer darah harus diberikan selama dua sampai tiga bulan. Tapi dalam beberapa kasus, operasi harus dilakukan untuk membersihkan aneurisma akibat robekannya," jelasnya.

Waduh kok serem!

  • Penting! Jika 3 Bagian Penting Leher Ini Terganggu Bisa Berujung Kematian

 Jangan main-main dan coba-coba dengan leher. Sebab di leher terdapat organ penting. Jika 3 organ ini terganggu bisa sebabkan kematian. Dituturkan dokter spesialis bedah saraf TNI AU, Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP tiga bagian penting di leher yakni tulang belakang bagian leher, trakea dan pembuluh darah karotis.

"Jika kita memotong atau menyumbat trakea, maka aliran udara akan terhenti pasokannya ke paru-paru. Dalam beberapa menit, organ tubuh segera akan kekurangan oksigen. Otak adalah organ yang paling rentan terganggu hingga bisa segera pingsan, henti jantung dan meninggal. Ini bisa terjadi hanya dalam beberapa menit hingga belasan menit," papar dr Wawan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Sementara jika kedua pembuluh arteri karotis terpotong, maka pasokan darah ke otak segera terhenti. Akibatnya tidak ada oksigen yang dipasok ke otak, sehingga menyebabkan pingsan, henti napas dan meninggal.

Sedangkan jika tulang leher patah, retak, maupun dislokasi, maka tulang leher menjadi tidak stabil dan membuat sumsum tulang (medulla spinalis) di dalamnya cedera. Padahal sumsum tulang merupakan kumpulan semua saraf pusat dari/menuju otak dan dari/ke organ tubuh di bawah leher. 

"Biasanya, selain berhentinya napas, gangguan akibat cederanya sumsum tulang belakang di daerah leher juga mengakibatkan kelumpuhan tangan dan kaki, ketidakmampuan buang air besar dan buang air kecil, dan terganggunya fungsi organ-organ lain di bawah leher," terang dr Wawan.

dr Wawan menuturkan meskipun saraf tulang belakang mati, namun jantung masih bisa bertahan jika ditipang obat-obatan pemacu jantung dan paru-paru mendapat pernapasan mekanis ventilator. Kondisi ini biasa disebut mati batang otak.

"Akibat retaknya tulang belakang leher dapat menyebabkan robeknya pembuluh darah arteri vertebralis (kiri dan kanan) yang ada di dalam tulang belakang leher yang memasok darah untuk otak bagian belakang.Jika pasokan hilang akibat kedua pembuluh darah robek, maka bisa menyebabkan kerusakan otak, pingsan, henti napas dan kemudian meninggal," paparnya.

Karena itu dr Wawan menyarankan jika punya masalah nyeri leher, nyeri punggung, nyeri pinggang dan lainnya bisa konsultasi ke spesialis saraf, spesialis bedah sarah, spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi ataupun ke dokter umum dan fisioterapis. 

sumber: detik.com

Editor: sella.