HETANEWS

Owner Arisan Online Mengaku Tak Tahu Berapa Uang yang Digelapkan

Terdakwa saat memberikan keterangan, di depan tim jaksa dan hakim. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Berkedok arisan online, terdakwa Mazla Ulfatara, warga Serbelawan, berhasil meraup ratusan juta rupiah dari korbannya. Ibu Rumah Tangga (IRT) ini, selaku owner telah menerima yang lebih dari 50 orang.

"Sekitar 50 orang bu,"katanya dalam persidangan, Selasa (19/3/2019), di PN Simalungun saat menjawab pertanyaan hakim, Roziyanti.

"Jadi sudah berapa uang yang kau raup dari korban,"tanya hakim lagi.

"Tidak tahu lagi berapa jumlahnya, bu. Ada yang 10 juta,"kata terdakwa menjawab hakim. Berarti sudah hampir 500 juta kau gelapkan, tegas hakim lagi.

Sebelumnya, Mazla telah didakwa tim jaksa, Hiras Silaban dan  Barry Sugiharto yang melakukan penipuan yang berkedok arisan online.

Terdakwa melalui akun FB-nya menawarkan arisan online dengan menjanjikan uang akan bertambah 50 persen dari simpanan. Saksi korban, Reza Setiawan, Eni Kartika, Tri Rezeki Anggraini, Zoya Arzina Lubis, Sri Ulina Tarigan dll, merasa tertarik.

Saksi korban Reza Setiawan yang menghubungi terdakwa, sepakat bertemu di depan kantor BRI Cabang, di Serbelawan, pada Agustus 2018, lalu dan menyetor uang sebesar Rp 2,3 juta, Rp4,4 juta dan Rp2,5 juta. Demikian juga dengan korban lainnya ke rekening BRI an Ariani (nama ibu terdakwa) tapi ATM dalam penguasaan terdakwa.

Terdakwa menjanjikan uang akan kembali pada Nopember 2018, lalu. Tapi janji tinggal janji. Terdakwa tidak dapat mengembalikan uang para korban.

Setelah dilaporkan ke Polsek Serbelawan, IRT ini, mengaku telah menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan peralatan rumah tangga, 3 buah hl, mesin cuci, sepeda motor dan juga membeli barang mewah lainnya.

Perbuatan terdakwa, diancam jaksa dengan pasal 378 atau dakwaan kedua dalam pasal 372 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan.

Penulis: ay. Editor: gun.