HETANEWS

6 Bulan Tak Gajian, Ratusan Karyawan PDAM Kabanjahe Terancam Tak Makan

Kantor PDAM Tirta Malem yang berada di jalan Jamin Ginting Kabanjahe. (foto/charles)

Karo, hetanews.com - Sepertinya, permasalahan akut di  PDAM Tirta Malem, bakal tak tersembuhkan. Pasalnya, penyakit ‘kronis’ yaitu macetnya suplai air bersih dan tersendatnya gaji karyawannya, terus-menerus terjadi setiap tahun.

Dari pengakuan seluruh karyawannya, bahwa sudah berbulan-bulan mereka belum menerima gaji. Sehingga mereka kesulitan untuk memenuhi biaya kehidupan keluarga setiap hari. Mereka mengeluh jika perusahan, belum membayar gaji mereka selama 6 bulan.

“Sebenarnya, kami semua belum gajian. Bukan hanya buruh harian lepas saja yang belum gajian. Akan tetapi para karyawan tetapnyapun belum menerima gaji,”ujar Bendahara PDAM Tirta Malem, Elly beru Surbakti kepada wartawan, Jumat (15/3/2019), lalu, di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, sejak bulan September 2018 hingga Februari 2019 (6 bulan), hampir seluruh karyawan di perusahaan milik Pemkab Karo tersebut belum mendapatkan haknya. Hal ini juga yang menyebabkan para karyawan malas kerja, katanya.

“Gimana mau kerja, kalau ongkos saja gak ada. Jangankan ongkos, makan aja udah ‘cengak-cengak’. Utang di kedai udah bertumpuk, terpaksa kami juga harus ‘mocok-mocok’ atau cari kerja di ladang orang untuk menyambung hidup. Kebutuhan banyak, yang anak sekolah lah dan kebutuhan dapur pun harus dipenuhi. Sementara kepastian atau kejelasan dari direktur untuk gajian belum ada,”tambah salah seorang karyawan.

Yang mana sampai saat ini belum ada alasan yang jelas dari pimpinan tentang keterlambatan pembayaran gaji karyawan. Namun menurutnya, salah satu penyebab karyawan belum gajian, akibat tingginya beban tarif listrik yang harus dibayar. Bahkan hampir setiap bulan, beban rekening listrik tidak sebanding lagi dengan pendapatan. “Artinya, perusahan sudah gak mampu lagi membayar beban listrik. Sehingga gaji kami juga tersendat hanya untuk menutupi biaya listri,”sebutnya.

Menurut Kabag Umum PDAM Tirta Malem, Hilda beru Sitepu, saat ini jumlah karyawan sebanyak 106 orang sudah termasuk dengan buruh harian lepas sebanyak 21-22 orang. “Buruh harian lepas hanya 21-22 orang saja, mereka bertugas untuk mengecek dan memperbaiki sarana prasarana di lapangan jika ada yang rusak,”sebutnya.

Dengan adanya permasalahan tersebut, masyarakat sangat  berharap agar Pemkab Karo selaku pemilik perusahan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang hampir "koleps" tersebut.

Sementara Direktur PDAM Tirta Malem Kabanjahe, Arvino Hamsyari, sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi karena masih mengikuti rapat di Medan.

Penulis: charles. Editor: gun.