HETANEWS

Kernet Tewas, Sopir Paradep Trans Diganjar 2 Tahun

Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir, sedangkan jaksa menyatakan banding. Hendrik meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com – Hendrik, sopir Paradep Trans, divonis 2 tahun, di PN Simalungun, Selasa (19/3/2019).

Vonis Majelis hakim yang diketuai, A Hadi  Nasution tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Doniel Ferdinan, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 4 tahun.

Karena antara saksi korban dan terdakwa belum ada perdamaian, itulah yang menjadi hal memberatkan dalam tuntutan jaksa.

Terdakwa telah terbukti akibat kelalaiannya mengemudikan mobil bus Paradep, jenis Jet Liner, BK 7357 UD, mengakibatkan korban Ibnu Sabil (kernet) meninggal dunia.

Kecelakaan tersebut terjadi, pada Selasa, 24 April 2018, pukul 19.00 WIB, lalu,  di jalan Umum Km 16-17, jurusan  Pematangsiantar-Medan, Nagori Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok.

Malam itu, terdakwa sedang mengemudikan  bus Paradep jenis Jet Liner nopol BK7357 UD, berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Siantar, dengan membawa sekitar 25 orang penumpang.

Dimana yang menjadi kernek dari bus Paradep tersebut adalah korban Ibnu Sabil. Saat ditempat kejadian, dimana kondisi cuaca hujan gerimis, membuat jarak pandang berkurang, namun bus yang dikemudikan terdakwa melaju dengan kecepatan 90-100 km/jam, sehingga dari kejauhan terdakwa tidak dapat melihat di depan jurusan terdakwa, ada 1  unit mobil dump truk nopol BK 8256 XC yang sedang berhenti.

Pada saat bersamaan dari arah berlawanan, datang 1 unit mobil, sehingga terdakwa banting setir kekanan, namun bagian sudut bemper depan sebelah kiri bus Paradep itu, mengenai bagian sudut bak belakang sebelah kanan dari truk tersebut. Selanjutnya bus Paradep itu hilang kendali ke badan jalan dan lari ke beram jalan sebelah kanan arah jurusan terdakwa hingga tabrakan dengan truck box nopol BK 9107 MO yang dikemudikan saksi Mirwantoro yang datang dari arah berlawanan.

Selanjutnya bus Paradep itu berhenti di areal perkebunan karet sebelah kanan arah jurusan terdakwa.

Bahwa akibat kelalaian atau kekurang hati-hatian terdakwa tersebut, korban Ibnu Sabil,  meninggal dunia di tempat kejadian, sesuai dengan hasil visum et repertum Nomor: 5423/IV/UPM/V/2018 tanggal 02 Mei 2018 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. R. JD Hutahaean.

Penulis: ay. Editor: gun.