HETANEWS

Humas Lapas Klas IIA Siantar: Warga Binaan dapat Menu yang Layak

Hiras memperlihatkan daftar menu yang terpajang di dinding, bersama KTU, Duma Sitorus saat memberi keterangan kepada media. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Kalapas Klas IIA Siantar, P Siregar, melalui humas, Hiras Silalahi, mengungkapkan, jika standard makanan bagi warga binaan sesuai dengan menu yang layak sebagaimana yang telah ditetapkan Menkumham.

"Kami menyiapkan makanan sama dengan seluruh Lapas se-Indonesia bagian Barat, ada yang sesuai dengan Indonesia Tengah dan Indonesia Timur,"jelas Hiras bersama KTU, Duma Sitorus yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/3/2019), di kantornya.          

Tanpa menyebut jumlah anggaran, dipastikan warga binaan mendapat makanan yang layak sesuai daftar menu yang tertera di dinding bagian dalam kantor itu. Karena besaran dana yang dibutuhkan sesuai dengan jumlah warga binaan, katanya.           

Anggaran makan, para warga binaan bersumber dari APBN. Saat ini sesuai data yang ada penghuni Lapas berjumlah 2029 warga binaan, tambahnya.            

Seperti hari ini, lanjutnya, warga binaan mendapat ikan, cah kangkung dan sambal goreng. Para warga binaan diberi makan 3 kali sehari dan 2 kali snack seperti kacang hijau dan ubi, tiap pagi dan sore jelas Hiras. Menu yang ada, para warga binaan mendapatkan ikan, telur, ayam dan juga daging.         

Sehingga seperti tahanan Tipikor, yang dulunya pesan nasi dari kantin (catering), tidak lagi karena makanan yang disediakan sudah standard dan layak.          

Menyinggung tentang pengelolaan kantin, menurut Hiras, setiap tahunnya diadakan tender untuk menghindari sistem monopoli.

Lelang juga bisa diikuti pegawai Lapas, tapi didasarkan peraturan yang ada. Tahun ini pengelolaan kantin, dilakukan pihak ketiga dan hasilnya masukke koperasi lapas, ungkapnya.           

Terkait akan dibukanya Pasmart, sebagai tempat belanja yang mirip dengan market, hal ini mempermudah petugas untuk melakukan pemeriksaan.

Sehingga pengunjung yang ingin besuk tidak lagi membeli sabun, odol, minuman dari luar. Karena selama ini banyak penyimpangan. Diantaranya banyaknya narkoba yang dimasukkan kedalam kemasan, ujarnya.         

"Dengan adanya market ini, pengunjung cukup memesan dengan harga yang standard dan barang diambil didalam. Jadi pengunjung tidak lagi membawa bekal,"jelas Hiras.         

Kalapas berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan memberikan fasilitas yang nyaman seperti ruang tunggu yang baik, dan tempat parkir yang luas. Sebagai wujud nyata dalam Zona Integritas yang WBK dan WBBM, ungkapnya.

Penulis: ay. Editor: gun.