HETANEWS

Kasus Perusakan Tembok, Oknum PNS Bersama 2 Rekannya Disidang

Oknum PNS (pegang plastik kuning) terdakwa kasus perusakan keluar dari ruang sidang. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Sidang kasus perusakan tembok/dinding warga menyeret oknum guru bersama dua rekannya di Pengadilan Negeri Siantar, Senin (18/3/2019).

Ketiga terdakwa Mardhatillah Khairani (49)-Guru PNS, Marliana Pasaribu (37)-IRT dan Rasmiati (54)-IRT, didakwa perusakan tembok milik orang tua Salmi Damanik, di Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun.

Dalam dakwaan JPU, perusakan tembok pembatas dilakukan para terdakwa yang masih tetangga dengan korban pada Jumat, 23 Februari 2018, sekira pukul 17.00 WIB.

Dijelaskan, tembok semula dikerjakan tukang bernama Heri diatas tanah milik orang tua Salmi, tepat di sebelah rumah. Para terdakwa mendatangi lokasi tempat tembok yang dibuat dan secara bersama-sama langsung menendangi bangunan tembok yang sudah selesai namun masih dalam keadaan belum kering dengan masing-masing menggunakan kakinya.

Dimana peran dari terdakwa Rasmiati menendangi dengan menggunakan kakinya sehingga batu dan semennya menjadi terjatuh dan hancur sambil mengatakan ‘gila kalian semua, lalap mau membangun rumah tapi tidak jadi-jadi’.

Dan, peran terdakwa Mardhatillah diketahui guru salah satu sekolah di Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, menendangi bangunan tembok dengan menggunakan kakinya hingga runtuh atau hancur dan meratakan tembok bangunan hingga menjadi rata.

Sedangkan terdakwa Marliana berperan menendangi bangunan tembok tersebut sehingga runtuh dan hancur dan menggali pondasi hingga batu yang berada di pondasi tersebut diangkat dan mengangkati batu yang runtuh tersebut kesamping rumah saksi Linda.

Akibat perbuatan para terdakwa yang berstatus tahanan kota, tembok tidak dapat dipergunakan lagi dan korban mengalami kerugian sebesar Rp4,5 juta.

Foto bangunan tembok setelah dibangun dan dirusak. (foto/ist)

Sementara itu dalam sidang dipimpin Hakim Danar Dono memintai keterangan saksi Salmi, Linda Damanik dan ketua RT setempat, di ruang Cakra. Hadir sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU, Henny Simandalahi.

Dalam keterangannya, Salmi dan Linda membenarkan para terdakwa merusak dinding yang dibangun persis di samping kediaman orang tuanya itu. Sedangkan seorang lainnya bersaksi karena sebagai Ketua RT.

Penulis: bt. Editor: bt.