Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Polisi Narkoba Gadungan Terlibat Cabul Dibebaskan, Praktisi Hukum: Kasusnya Bisa Dilanjut

Muhammad Rizal Rustam SH MH, Dosen STIH IBLAM Jakarta Pusat dan Advokat, pada kantor hukum Ismak Advovaten, Jumat (15/3/2019).

Siantar, hetanews.com - Masih ingatkah dengan pria, bernama Daniel Mangain Tua Harianja (35), yang menga-ngaku sebagai Polisi Narkoba untuk mensukseskan perbuatan cabulnya terhadap korban, Melati (nama samaran) yang masih berumur 13 tahun.

Kini, pria yang ditangkap personel Jatanras Satreskrim Polres Siantar dari rumahnya, di Jalan Melanthon Siregar, Gang Kuku Balam, Kecamatan Siantar Marihat, Senin (28/1/2019) lalu, telah menghirup udara segar dan terbebas dari kasus yang menjeratnya.

Daniel melakukan pencabulan itu memakai jaket ojek online, dan beraksi didalam kamar mandi RS Horas Insani, Jalan Medan Siantar. Bahkan, pelaku melakukannya secara paksa serta menuduh korban membawa narkoba.

Akibat perbuatannya, Daniel sempat ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Siantar. Bahkan,  dia dititipkan di Lapas Klas II A Pematangsiantar.

Pembebasan Daniel, dikatakan Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Siantar, kalau pelaku dibebaskan setelah adanya perdamaian antara kedua belah pihak (korban dan pelaku).

"Surat perdamaian mereka sudah kita ajukan ke Kasat dan Kapolres. Kalau soal itu kan, keputusan pimpinan. Perdamaian mereka ada persetujuan Kasat. Selain berdamai dan mencabut laporan, pelaku meminta kasusnya tidak dilanjutkan ke Pengadilan," ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (15/3/2019).

Terkait bebasnya pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur ini, mendapat tanggapan dari praktisi hukum, Muhammad Rizal Rustam SH MH.

Dikatakan  pria yang berprofesi sebagai Advokat serta Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum, STIH IBLAM (Institute of Business Law and Legal Management) Jakarta Pusat ini, bahwa pencabulan anak di bawah umur adalah delik biasa dan bukan merupakan delik aduan. Artinya, meskipun ada perdamaian, pidananya tidak bisa hapus begitu saja.

"Dalam delik biasa, perkara tersebut dapat diproses tanpa adanya persetujuan dari yang dirugikan (korban). Jadi, walaupun korban telah mencabut laporannya kepada pihak yang berwenang, penyidik tetap berkewajiban untuk memproses perkara tersebut," ujarnya melalui aplikasi WhatsApp (WA), ketika diminta tanggapannya mengenai kasus tersebut.

Baca juga: Polisi Gadungan yang Cabuli Pelajar SMP Bebas, Kanit PPA Bilang Begini

"Proses hukum terhadap tersangka wajib diteruskan oleh penyidik, meskipun ada perdamaian antara kedua belah pihak ataupun laporan telah dicabut oleh korban/keluarga korban. Karena ini adalah delik biasa bukan delik aduan," jelasnya kembali.

Kata Rizal, perdamaian hanya akan berguna sebagai pertimbangan hakim didalam putusan untuk meringankan hukuman didalam putusan.

Untuk aksi Daniel yang saat mencabuli korban mengaku sebagai Polisi Narkoba, Rizal menyarankan, agar kepolisian dapat meneruskan pidana mengaku polisi.

"Ada pidana penipuan di sini. Seharusnya kepolisian juga meneruskan pidana pelaku yang mengaku sebagai polisi,"ujarnya.

Penulis: hza. Editor: gun.
Komentar 1
  • Rachmatullah
    Penegak hukum jg klo melanggar harus di hukum jg sesuai aturan yg berlaku.
    Kasian kami ini masyarakat biasa klo tdk ada perlindungan hukumnya.

    Suara rakyat kampung.