Mon 18 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Manajer PLN Siantar Jawab Tudingan Penggelapan Upah Proyek Tusbung: Sudah Sesuai Administrasi

Joy Mart Siahaan (kiri). (foto/bt)

Siantar, hetanews.com - PT PLN Area Pematangsiantar klarifikasi tudingan penggelapan upah proyek pemutusan dan penyambungan (Tusbung) listrik senilai Rp 400-an juta rupiah. Tudingan ini sebelumnya disampaikan rekanan proyek, PT Nuhgra Pratama melalui kuasa hukumnya, Daulat Sihombing.

Manager PLN Area Pematangsiantar, Joy Mart Soaduon Sihaloho mengatakan, pembayaran upah pekerjaan Tusbung telah dilunasi tiap bulannya terhadap PT NP hingga akhir kontrak.

Joy menambahkan kerjasama dengan PT NP untuk proyek Tusbung dimulai Januari 2017 hingga April 2018, untuk 3 wilayah yakni Kota Siantar, Kec Tanah Jawa dan Kec Perdagangan. Tusbung dikerjakan rekanan terhadap pelanggan yang menunggak selama 3 bulan.

“Sesuai adminstrasi PLN, pembayaran rutin tiap bulan sesuai yang dimohonkan vendor (rekanan),” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Jumat (15/3).

Dijelaskannya sistem pembayaran dilakukan satu bulan setelah pekerjaan selesai, melalui transfer bank. Rekanan kata dia lebih dulu mengajukan ke PLN. “Misal, pekerjaan bulan Maret dibayarkan April,” ujarnya.

Roy memastikan pembayaran dilakukan sesuai permohonan rekanan sudah sesuai administrasi sehingga tak ada lagi kekurangan seperti yang diinformasikan. Untuk pembayaran pekerjaan di 3 wilayah itu terhadap PT NP senilai Rp 828 jutaan.

“Bukti transfer ada di kami, bisa kami tunjukkan,” ujarnya.

“Mitra kerja kita kan punya rekening koran silahkan dicek. Artinya, angka yang ditransfer sama dengan yang dimohonkan,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Nuhgra Pratama Ngatidjan Toha melalui kuasa hukumnya, Daulat Sihombing menyampaikan adanya dugaan perbuatan melanggar hukum dengan cara tidak membayar proyek Tusbung aliran listrik bagi pelanggan yang menunggak lebih dari 3 bulan senilai Rp432.837.461.

Baca juga: Proyek Tusbung Terindikasi Korupsi, Marijen: Manajer yang Bisa Jawab

Penulis: bt. Editor: bt.