HETANEWS

Polisi Gadungan yang Cabuli Pelajar SMP Bebas, Kanit PPA Bilang Begini

Pelaku DMH ketika diamankan di Polres Siantar. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Polisi gadungan, berinisial DMH (35), dibekuk personil Polres Siantar dari kediamannya, di Jalan Melanthon Siregar, Gg Kuku Balam, Kecamatan Siantar Marihat, pada Senin (28/1/2019) lalu, atas kasus mencabuli korban, sebut saja Melati 13), pelajar kelas II SMP, tinggal di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu.

Pelaku sempat menghuni sel tahanan Polres Siantar dan bahkan dititipkan di Lapas Klas II A Pematangsiantar.

Namun pelaku DMH akhirnya dibebaskan oleh Satreskrim Polres Siantar dan dia telah berkumpul bersama keluarganya, Jumat (15/3/2019).

Kapolres Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, ketika dikonfirmasi, membenarkan kalau DMH telah dibebaskan.

"Ia sudah berdamai,"ungkap Kapolres singkat, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), Jumat (15/3/2019).

Senada dengan Kapolres Siantar,Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Siantar, Ipda Herly Damanik, ketika dikonfirmasi, mengatakan, pelaku DMH telah dibebaskan, setelah adanya perdamaian dengan orang tua korban yang melaporkan kasus perbuatan cabul tersebut.

"Surat perdamaian mereka sudah kita ajukan ke Kasat dan Kapolres. Kalau soal itu kan, keputusan pimpinan. Perdamaian mereka ada persetujuan Kasat," ungkap Herly.

Tak hanya itu, Herly kembali mengatakan, selaian berdamai dan mencabut laporan, pelaku juga meminta kasusnya tidak dilanjutkan ke pengadilan "Ya kita ajukan dengan pimpinan, sama Kasat dan Kapolres," ujarnya kembali.

Baca juga: Ngaku Polisi Pakai Jaket Gojek, Pria Ini Preteli Alat Vital ABG di Kamar Mandi Rumah Sakit

Seperti pemberitaan sebelumnya, pelaku DMH (35), dibekuk personil unit Jahtanras Sat Reskrim Polres Siantar, karena tega mencabuli korban, sebut saja Melati (13).

Aksi pencabulan itu dilakukan oleh pelaku didalam kamar mandi, salah satu rumah sakit (RS) di Kecamatan Siantar Martoba dengan menyentuh payudara dan meraba-raba kemaluan korban.

Terbongkar kasus pencabulan tersebut, pada Sabtu (19/1/2019) lalu, dan korban mengadu kepada ibunya, Emilda boru Gultom (38) yang sedang berada di salah satu salon, di Jalan H Ulakma Sinaga, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun.

Dengan kondisi ketakutan, korban mengatakan, telah dibawa keliling laki-laki naik kereta Honda Supra, bernopol BK 6214 WAI dan mengaku anggota kepolisian narkoba yang memakai jaket ojek online.

Penulis: hza. Editor: gun.