HETANEWS

Pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Ramai - ramai Test Urine

Huntal H Hutauruk,Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Asahan melakukan pengecekan test urine. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Menindaklanjuti perintah Dirjenim (Direktur Jenderal Imigrasi)  soal antisipasi terhadap penyalahgunaan narkotika, di lingkungan Imigrasi dan surat edaran Dirjenim, tanggal 19 Januari 2019, tentang rencana aksi nasional P4GN dan precursor, para pegawai kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai, mengikuti test urine dan test kesehatan, di Aula Multifungsi Kantor Imigrasi setempat, Jumat (15/3/2019)  pagi. 

Ini merupakan langkah responsif dari Imigrasi, dalam rangka pencegahan dan pemberantasan narkotika yang digalakkan pemerintah, di seluruh Indonesia, ujar Huntal H Hutauruk, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Asahan. 

Huntal mengatakan, dalam test urine dan cek kesehatan ini, pihaknya menggandeng BNN dan Laboratorium Prodia. 

Pegawai Lab Prodia melakukan tes urine dan kesehatan kepada pegawai Imigrasi.  (foto/ferry)

Masih katanya, bahwa kegiatan rutin ini dilakukan untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, di lingkungan kerja. Dan jangan sampai pegawai ada yang  terlibat dalam penyalahgunaan narkotika, ujarnya. 

Karena bahaya Narkoba ini berdampak langsung kepada layanan kepada masyarakat dan hal ini  dapat menggangu layanan prima kepada masyarakat dan kesehatan anggota itu sendiri, tegasnya. 

Pegawai Imigrasi menunggu giliran untuk test urine. (foto/ferry)

Hasil dari test urine ini akan dapat diperoleh dalam jangka waktu 5 hari dan hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan.

Dan apabila nantinya, ada pegawai kita yang positif Narkoba, maka hukuman disiplin akan menantinya.

Hal ini sesuai dengan  PP (Peraturan Pemerintah)  No 53 Tahun 2010 tentang hukuman disiplin kepada ASN, tegas Huntal. 

Penulis: ferry. Editor: gun.